Rusia-Ukraina Saling Serang Infrastruktur Pertanian, Dunia Terancam Krisis Pangan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tiga terminal gandum milik Rusia di Laut Hitam menghentikan operasi setelah rusak akibat serangan drone oleh Ukraina baru-baru ini.

Rusia-Ukraina Saling Serang Infrastruktur Pertanian, Dunia Terancam Krisis Pangan. (Foto: Kremlin)

IDXChannel - Tiga terminal gandum milik Rusia di Laut Hitam menghentikan operasi setelah rusak akibat serangan drone oleh Ukraina baru-baru ini.

Dilansir dari South China Morning Post pada Jumat (14/8/2026), sejumlah sumber mengatakan bahwa serangan Ukraina tersebut menghambat ekspor gandum Rusia.

Baca Juga:
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi El Nino

Ketiga terminal gandum tersebut berada di Pelabuhan Novorossiysk, salah satu pusat ekspor pangan Rusia.

Rusia dan Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap kapal dan pelabuhan komersial di  Laut Hitam. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan pangan global. 

Baca Juga:
BGN Targetkan 3,5 Juta Guru Ikut Program Literasi Gizi dan Keamanan Pangan

Kedua negara tersebut menyumbang lebih dari seperempat ekspor gandum global. Peningkatan serangan terjadi di tengah musim panen tahun ini. 

Rusia menyatakan bahwa serangan Ukraina terhadap infrastruktur pertanian dan gandum negaranya akan mendorong kenaikan harga pangan global.

Baca Juga:
Prabowo Tegaskan KDMP Untuk Kuasai Rantai Pasok dan Amankan Harga Pangan

“Jelas bahwa kampanye militer sinis rezim Kyiv bertujuan untuk memicu kekacauan di pasar pangan global dan melayani kepentingan negara-negara Barat tertentu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

“Semua ini memperburuk kekurangan gandum dan pupuk, memicu kenaikan harga pangan global, dan meningkatkan beban pada negara-negara Selatan dan Timur, yang disandera oleh kebijakan tidak bertanggung jawab dari para pemain yang disebutkan di atas,” kata Zakharova.

Di sisi lain, blokade laut Rusia terhadap pelabuhan Ukraina telah menyebabkan ekspor gandum negara itu anjlok 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andi Gani Ngaku Kantongi Nama Partai Politik yang Tidak Berpihak ke Buruh
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
BNN Sita Uang & Aset Sebesar Rp 40 Miliar Hasil Pencucian Uang Bos Gendut
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Status UMKM Pengemudi Ojol Mesti Membuat Semakin Berdaya
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Sebut Restrukturisasi BUMN Hemat Rp50 Triliun, Target Penghematan Tembus Rp70 Triliun
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Batas Akhir 31 Agustus, Dinas Sosial Medan Imbau Warga Segera Daftar Perlinsos untuk Bansos 2027
• 18 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.