jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Orang Tua (OT) Building, kawasan Outer Ring Road, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (14/8).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kontroversi tantangan menghafal Al-Qur’an yang disebut berhadiah minuman keras (miras) merek Newport dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8).
BACA JUGA: Pernyataan Menko Yusril soal Promosi Miras Dikaitkan dengan Ayat Al-Quran
Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.15 WIB, massa dari sejumlah ormas mulai memadati area depan gedung.
Peserta aksi di antaranya berasal dari Front Persaudaraan Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), dan kelompok Jawara.
BACA JUGA: Sahroni Kawal Proses Hukum Promosi Miras Bawa-Bawa Ayat Al-Quran
Massa membawa sejumlah atribut organisasi serta membentangkan dan mengibarkan bendera.
Mereka juga melantunkan selawat dan takbir serta menyanyikan lagu bertema Aksi Bela Islam dari atas mobil komando.
BACA JUGA: Ruben Onsu Bangun Masjid dan Asrama untuk Tahfiz Al-Quran
Sebagian peserta lainnya terlihat berbaris di bahu jalan sembari membagikan selebaran kepada pengguna jalan. Jumlah massa bertambah menjelang penyampaian orasi.
Dalam aksi tersebut, FBR Korwil Jakarta Barat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada OT Group. Mereka meminta perusahaan memberikan penjelasan secara terbuka terkait kontroversi tersebut dan bertanggung jawab atas kejadian yang menjadi perhatian publik.
FBR juga meminta OT Group menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam.
Perwakilan OT Group yang menemui massa menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Namun kita ketahui bersama permasalahan ini sudah mencuat dan menjadi perhatian publik. Kami sangat menghargai dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ujar perwakilan OT di hadapan massa aksi.
FBR menyatakan akan terus mengikuti perkembangan penanganan perkara tersebut. Mereka juga mendorong kepolisian mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat.
Aksi berlangsung aman dan tertib. Setelah perwakilan massa diterima dan berdialog dengan pihak OT, peserta aksi kemudian membubarkan diri secara tertib.
Untuk mengamankan kegiatan tersebut, kepolisian bersama instansi terkait menyiagakan sekitar 400 personel.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Gultom mengatakan personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi gangguan terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi.
"Kami menyiagakan sekitar 400 personel pengamanan gabungan dari kepolisian dan instansi terkait di lapangan," kata Gultom saat dikonfirmasi, Jumat (14/8). (kkp/jpnn)
Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Kenny Kurnia Putra




