Prabowo Bakal Bangun dan Revitalisasi 441 RSUD di Seluruh Indonesia

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Prabowo menyatakan pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 441 RSUD di berbagai wilayah Indonesia.

Prabowo Bakal Bangun dan Revitalisasi 441 RSUD di Seluruh Indonesia. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kabupaten dan kota memiliki fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pelayanan medis secara cepat.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga:
Prabowo Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian dan Geopolitik Dunia

“Kita akan membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan setiap dari 514 kabupaten dan kota harus memiliki rumah sakit yang mampu menyelamatkan masyarakat secepat mungkin. “Setiap dari 514 kabupaten dan kota kita harus memiliki rumah sakit yang mampu menyelamatkan rakyat secepat mungkin,” ujarnya.

Baca Juga:
Prabowo Targetkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun dalam RAPBN 2027

Menurut Prabowo, pemerintah sebelumnya telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit telah beroperasional. “Sebagai langkah awal, kita telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Hari ini 22 telah operasional,” katanya.

Pemerintah juga telah membawa berbagai peralatan kesehatan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke daerah lain. Peralatan tersebut antara lain alat pemeriksaan jantung, CT Scan, mamografi, hingga USG.

Baca Juga:
Prabowo Minta Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Beroperasi 1 Januari 2027

“Kita telah membawa alat pemeriksaan jantung, CT Scan, mamografi, USG, dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh,” tutur Prabowo.

Untuk tahap berikutnya, pemerintah akan memperluas program tersebut melalui pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD. Rumah sakit tersebut akan diperkuat terutama untuk menangani penyakit penyebab kematian tertinggi, seperti kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Selain itu, penguatan RSUD akan diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Prabowo menegaskan masyarakat tidak boleh kehilangan nyawa hanya karena akses menuju rumah sakit terlalu jauh. Dia juga menyoroti beban ekonomi masyarakat yang harus berobat ke kota besar.

“Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar,” tegasnya.

Selain pembangunan infrastruktur kesehatan, pemerintah juga menghadapi persoalan kekurangan tenaga medis, khususnya dokter umum dan dokter spesialis.

Prabowo menyebut Indonesia masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum. Sementara itu, sebanyak 505 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 127.580 dokter gigi dan 481 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis.

“Untuk memperkuat upaya ini, sebagaimana saya telah laporkan ke Majelis ini, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum, dan dokter spesialis kita,” katanya.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit.

“Karena itu kita telah membuka 9 fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Dan ini kita akan upayakan akan lebih banyak lagi,” ujar Prabowo.

Prabowo juga membuka kemungkinan pemerintah mengundang dokter dari negara lain untuk menjalankan praktik di Indonesia dalam jangka waktu tertentu. “Bila perlu kita sudah memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktek di sini untuk waktu yang terbatas,” katanya.

Menurut Prabowo, langkah tersebut diperlukan agar persoalan kekurangan dokter dapat segera diatasi tanpa harus menunggu terlalu lama. “Karena kalau kita menunggu lulusnya 187 ribu mungkin kita harus nunggu 4 presiden sesudah saya,” ujar Prabowo. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanda-tanda Ada Tersangka, Tiga Kasus yang Menyeret Bupati Gowa Naik ke Tahap Penyidikan
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Purbaya Ungkap Nasib Cukai Rokok dan Minuman Manis: Belum Final!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Kodam XIV/Hasanuddin Bantah Isu Intervensi TNI dalam PKKMB FIB Unhas
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
Sederet PR Calon Gubernur BI: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
• 25 menit laluviva.co.id
thumb
Prabowo Minta APBN Tak Dipakai untuk Rayakan Ultah: Lebih Baik Tingkatkan Gaji Guru
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.