Sederet PR Calon Gubernur BI: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Dekan sekaligus CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro membeberkan sejumlah pekerjaan rumah yang akan dihadapi Gubernur Bank Indonesia (BI) baru nantinya.

Dalam podcast YouTube Hendri Satrio Official, Bambang membeberkan salah satu tantangan BI adalah menjaga stabilitas rupiah di tengah cadangan devisa Indonesia yang menurut dia tidak terlalu besar. Kondisi tersebut membuat ruang bagi bank sentral untuk menggunakan berbagai instrumen dalam menjaga nilai tukar menjadi terbatas.

Baca Juga :
Prabowo Targetkan Ekonomi RI 2027 Tumbuh 6 Persen, Purbaya: Hampir Pasti Terealisasi!
Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen di Asumsi Makro RAPBN 2027, Dolar Rp 17.500

“Ya, intinya seorang Gubernur BI, Gubernur Bank Indonesia ya dalam hal ini, yang cadangan devisanya tidak besar-besar benar, ya, karena sekarang mungkin setara lima setengah bulan kebutuhan impor, maka memang tidak banyak opsi yang bisa dilakukan,” kata Bambang dikutip Jumat, 14 Agustus 2026.

Eks Menteri Keuangan serta Menteri PPN/Kepala Bappenas itu kemudian menjelaskan bahwa BI tetap perlu berupaya memperkuat rupiah dengan menjaga inflasi dan menggunakan instrumen seperti intervensi pasar maupun kebijakan suku bunga.

Eks Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro
Photo :
  • dok. istimewa

“Indonesia itu bisa lebih baik dari yang sekarang, gitu ya. Artinya kondisi rupiahnya harusnya bisa lebih menguat, selalu memperhatikan inflasi setiap bulan, jaga stabilitas melalui intervensi, melalui kenaikan tingkat bunga, dan seterusnya. Nah, sekali ditambah dengan ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Bambang.

Oleh karena itu, menurut Bambang, BI tidak hanya menghadapi tugas menjaga stabilitas moneter. Bank sentral juga dituntut memainkan peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ia pun menilai pergantian Gubernur BI tidak serta-merta membuat kerja bank sentral terganggu. Sebab, pengambilan keputusan di BI tidak berada di tangan gubernur seorang diri, melainkan dilakukan melalui Dewan Gubernur.

“Dan mereka sudah ada bagiannya masing-masing, gitu. Dan setiap keputusan, misalnya apakah mau naikin tingkat bunga, menurunkan tingkat bunga, atau barangkali melakukan berbagai macam intervensi di pasar keuangan, itu ditentukan oleh Board of Governors. Jadi bukan si gubernur sendirian memutuskan atau punya hak veto, enggak ada,” lanjutnya.

Menurut Bambang, gubernur memang memiliki posisi untuk mengambil keputusan terakhir apabila diperlukan. Namun, pada dasarnya keputusan BI tetap diambil secara bersama-sama.

Baca Juga :
Tembus 5,45 Persen! Prabowo Sebut Ekonomi RI Cetak Pertumbuhan Tertinggi dalam 13 Tahun
Sidang Tahunan MPR, Transformasi Ekonomi Prabowo Dinilai Berbuah Manis
Prabowo Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6% pada Akhir Tahun 2026 Lewat Kebijakan Tepat Sasaran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua MPR Klaim MBG & Kopdes Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Oditur Militer Tuntut Oknum Mayor Laut Penjara 5 Tahun-Dipecat di Kasus Sabu
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
629 Anggota MPR Hadiri Sidang Tahunan 2026, 103 Absen
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Bea Cukai Ternate Gagalkan Peredaran 64.000 Batang Rokok Ilegal di Pulau Obi
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.