Disebut "Pengacara atau YouTuber", Abdul Gafur Sangadji: Profesi Saya Tetap Advokat

cumicumi.com
1 jam lalu
Cover Berita
































Kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji, buka suara menanggapi komentar warganet yang mempertanyakan profesinya sebagai pengacara sekaligus pengelola kanal YouTube pribadi untuk membahas perkembangan kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo.

Dalam live streaming di kanal YouTube pribadinya, Abdul Gafur membacakan salah satu komentar yang mempertanyakan apakah dirinya "pengacara atau YouTuber." Ia pun menegaskan bahwa profesinya sebagai advokat tidak berubah, dan YouTube hanya digunakan sebagai sarana komunikasi di era digital.

"Saya tentu adalah seorang advokat, saya lawyer. Tetapi di zaman era digital, YouTube itu hanyalah instrumen kita berkomunikasi. YouTube itu adalah ranah kita untuk memberikan barangkali perspektif. Kalau dianggap bermanfaat, silakan dijadikan sebagai referensi," ujarnya dalam siaran langsung hari Jumat (14/08/2026)

Ia menambahkan, penggunaan kanal YouTube pribadinya semata-mata sebagai media untuk berbagi pengalaman dan perspektif hukum kepada publik, bukan menggantikan perannya sebagai advokat.

"Profesi saya adalah seorang advokat. Tetapi saya menggunakan channel ini karena kita sudah masuk dalam era teknologi digital, sebagai sarana untuk saya berbagi mungkin pengalaman, berbagi perspektif, berbagi apa yang saya ketahui dari ilmu hukum," katanya.

Baca Juga: Jadi Saksi Fakta dr. Tifa, Abdul Gafur Sangadji Ungkap Fakta di Balik Putusan Sela

Abdul Gafur mempersilakan pihak yang tidak sepakat dengan pandangannya untuk tidak mengikuti kontennya, namun ia berharap tidak ada persepsi negatif terhadap advokat yang menggunakan YouTube untuk menjelaskan perkembangan hukum kepada publik.

"Monggo silakan kalau tidak berkenan untuk mendengarkan apa yang saya sampaikan, it's ok, ini negara demokrasi. Tetapi juga jangan kita kemudian membangun satu persepsi yang buruk, seolah-olah seorang lawyer yang menggunakan kanal YouTube untuk menjelaskan sesuatu kepada publik itu sesuatu hal yang buruk," tegasnya.

Selain itu, Abdul Gafur turut menyinggung keberadaan akun-akun yang disebutnya bekerja secara terkoordinasi menyerang narasi timnya, atau yang lazim disebut buzzer.

"Saya sekaligus juga ingin menetralisir apa yang selama ini disampaikan oleh para buzzer yang sangat banyak berseliweran di dunia maya. Saya pikir itu adalah bagian dari counter-argumen, cara kerja untuk kemudian menggembosi perjuangan ini," ujarnya.

Meski begitu, ia menyebut hal tersebut sebagai bagian yang wajar dari dinamika ruang publik di negara demokrasi, dan menegaskan pihaknya tidak memiliki kekhawatiran maupun niat untuk mengulur-ulur proses hukum.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Polri Ungkap Dua Jaringan Judi Online, Transaksi Capai Rp890 Miliar
• 50 menit lalueranasional.com
thumb
Foto: Prabowo Paparkan Kinerja Pemerintah di Sidang Tahunan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG Karena Tidak Layak
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo: Tak Boleh Anak-Anak Kita Bertaruh Nyawa ke Sekolah
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo: Harga Energi di Seluruh Dunia Meningkat karena Perang
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.