Indonesia Mulai Memburu Talenta AI

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Indonesia mulai memperkuat langkah untuk mendapatkan dan mengembangkan talenta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Keahlian di bidang ini dinilai semakin strategis karena AI mulai memengaruhi industri, ekonomi, penelitian, hingga cara pemerintah dan masyarakat menggunakan teknologi.

Sinyal tersebut semakin kuat setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut ahli AI sebagai salah satu kelompok talenta Indonesia yang memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi negara.

Baca Juga :
Siapa yang Bisa Dapat Kewarganegaraan Ganda? Ini Kriteria Atlet yang Disiapkan Prabowo
Bukan Sekadar Penghasil, Prabowo Ingin Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia

Presiden Prabowo Subianto
Photo :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

“Di antara mereka terdapat ilmuwan yang hebat-hebat, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, terutama pemain bola, profesional kelas dunia," kata Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prabowo menjelaskan rencana pemerintah membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta istimewa Indonesia yang dinilai dapat memberikan sumbangan luar biasa bagi kepentingan nasional. 

Talenta AI Diaspora Mulai Dilihat sebagai Aset Strategis

Indonesia memiliki diaspora yang bekerja dan menetap di berbagai negara. Di antara mereka terdapat profesional yang telah memperoleh pengalaman di perusahaan teknologi, universitas, pusat penelitian, dan industri global.

Prabowo menilai sebagian diaspora mengambil kewarganegaraan negara lain karena kebutuhan karier, keluarga, atau pengabdian profesional di luar negeri.

Dalam konteks tersebut, pemerintah ingin membuka ruang agar talenta terbaik Indonesia tetap dapat memiliki hubungan kuat dengan tanah air tanpa harus mengorbankan kesempatan mereka berkarier di tingkat global. 

Namun, rencana tersebut masih berupa usulan kebijakan. Pemerintah menyatakan skema kewarganegaraan ganda akan dibuat selektif dan terukur, termasuk melalui uji integritas, kewajiban yang jelas, serta perlindungan terhadap keamanan dan kepentingan negara. 

Indonesia Sebenarnya Sudah Mulai Membangun Ekosistem Talenta AI

Upaya mencari talenta AI bukan sesuatu yang baru dimulai setelah pernyataan Prabowo.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah meluncurkan AI Talent Factory (AITF) pada Desember 2025. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem pembelajaran intensif yang menggunakan kebutuhan nyata industri dan sektor publik sebagai dasar pengembangan kemampuan peserta.

Tujuannya bukan sekadar menghasilkan pengguna AI, tetapi mencetak talenta yang mampu mengembangkan, menerapkan, dan menciptakan solusi berbasis AI. 

Baca Juga :
Prabowo Ungkap Alasan Undang Dokter Asing Praktek di Indonesia
Belanja Pemerintah di 2027 Rp 3.362 Triliun, Purbaya: Tak Besar, Tapi Ekspansif!
6 Negara yang Punya Giant Sea Wall, Presiden Prabowo Bertekad Bakal Bangun Juga di Indonesia!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Longsor Terjang Tambang Emas Ilegal di Pohuwato, Lima Warga Ditemukan Meninggal Dunia
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Pegadaian edukasi literasi keuangan komunitas ojek pangkalan di Jakut
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Liburan Seru, Jelajahi Pesona Malaysia, Singapura dan Thailand
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Dasco soal Revisi UU Dwi Kewarganegaraan: Akan Dilakukan Terbatas dan Selektif
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Targetkan Produksi Mobil Listrik Massal Pada 2028, Percepat Transisi Energi
• 6 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.