JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan kebijakan kewarganegaraan untuk membuka peluang kewarganegaraan ganda secara terbatas, bagi talenta-talenta yang bisa berkontribusi besar bagi kepentingan nasional.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai negara. Di antara mereka terdapat talenta dengan kemampuan kelas dunia, mulai dari ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), peneliti, pengusaha, seniman hingga atlet.
"Hari ini, pemerintah akan mengajukan kepada sidang yang terhormat ini perubahan undang-undang untuk membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi mereka yang memiliki talenta istimewa dan dapat memberi sumbangan luar biasa bagi kepentingan nasional," kata Prabowo saat menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Komitmen Prabowo: Setiap Rupiah yang Dihemat Harus Kembali untuk Rakyat
Prabowo mengatakan, sebagian diaspora Indonesia terpaksa mengambil kewarganegaraan lain karena kebutuhan karier, keluarga, maupun pengabdian mereka di luar negeri.
Pemerintah pun tidak ingin para talenta tersebut harus memilih antara kesempatan mengembangkan karier di dunia internasional dan ikatan mereka dengan Indonesia.
Namun, Prabowo menegaskan kebijakan kewarganegaraan ganda tersebut tidak akan diberikan secara bebas kepada semua orang.
Pemerintah akan merancang skema tersebut secara selektif dan terukur, termasuk melalui uji integritas serta kewajiban yang jelas bagi penerima.
"Kebijakan ini akan kita rancang dengan selektif, terukur, disertai uji integritas, kewajiban yang jelas, serta perlindungan penuh terhadap keamanan dan kepentingan negara," jelasnya.
Baca Juga: Puan Ungkap 8 Masalah yang Perlu Tindak Lanjut, Termasuk Penyelesaian Kasus Hukum dan PHK
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut kebijakan tersebut diharapkan dapat "memanggil pulang" diaspora dengan kemampuan terbaik sekaligus menarik talenta-talenta terbaik untuk memperkuat Indonesia.
Rencana ini juga menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk mengubah kekayaan Indonesia menjadi kekuatan Indonesia.
"Kita tidak ingin membangun ekonomi yang hanya besar dalam statistik. Kita sedang membangun negara yang berdaulat dalam keputusan, adil dalam pembagian dan pemerataan, nyata dalam kehidupan rakyat," tuturnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- kewarganegaraan ganda
- diaspora indonesia
- prabowo subianto
- talenta diaspora
- presiden prabowo
- pidato prabowo





