Tebing Lereng Bukit PETI Desa Hulawa Longsor, Lima Warga Tewas Tertimbun Material

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, GORONTALO - Sebanyak lima dari enam warga tewas tetimbun tanah longsor di kawasan lereng bukit pertambangan emas tanpa izin (PETI) Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala  di Gorontalo, Jumat, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 Wita saat para korban beraktivitas di lokasi PETI.

BACA JUGA: Tiga Penambang Emas Liar Jatuh ke Lobang Sedalam 40 Meter, Innalillahi

"Data awal yang kami terima, ada enam orang korban. Lima ditemukan meninggal dunia, dan satu orang mengalami luka-luka sehingga dilarikan ke rumah sakit," kata Sagala.

Setelah menerima informasi kejadian, kepolisian bersama masyarakat setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.

BACA JUGA: 16 Penambang Emas Liar di Solsel Tertimbun Longsor, 8 Orang Tewas

Berkat kerja sama seluruh pihak, para korban berhasil ditemukan dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Untuk mencegah jatuhnya korban tambahan, personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato menghentikan seluruh aktivitas di lokasi dan memasang garis polisi.

BACA JUGA: Terjebak 48 Jam Dalam Tambang, Tiga Penambang Emas Liar Ditemukan Meninggal

Namun, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dihentikan sementara karena masih terjadi longsor susulan di kawasan tersebut.

Kepolisian mengkhawatirkan kondisi itu membahayakan keselamatan personel sehingga proses olah TKP untuk mendalami penyebab dan kronologi kejadian belum dapat dilanjutkan.

Sagala mengatakan hingga kini belum ada laporan masyarakat mengenai anggota keluarga yang hilang atau belum ditemukan setelah kejadian tersebut.

Dengan demikian, pihaknya memperkirakan tidak ada korban lain yang masih tertimbun longsor.

Ia mengatakan Polda Gorontalo dan jajaran dalam beberapa bulan terakhir terus melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di Kabupaten Pohuwato.

Namun, kejadian tersebut menunjukkan masih terdapat masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan secara sembunyi-sembunyi.

"Saat ini proses identifikasi dan olah TKP masih dihentikan untuk sementara waktu. Pihak Polres Pohuwato juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian," ujarnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengungkapan sejarah Unit 731 perlu kerja sama kuat internasional
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
NCT 127 Siap Tampil di Panggung Americas Got Talent
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo Sebut Korupsi Hancurkan Bangsa: Program Sering Tak Sampai ke Rakyat
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Bebizie Diperiksa KPK soal Kasus Kukar, Singgung soal Honor Nyanyi
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo: Legislatif selesaikan 13 RUU hingga himpun 10.883 aspirasi
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.