Respons Pidato Nota Keuangan, Habib Aboe Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi dan Ingatkan Potensi Inflasi

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan I, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, memberikan tanggapan terhadap Pidato Pengantar RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Habib Aboe Bakar menyampaikan apresiasi atas torehan positif indikator makro ekonomi nasional, sekaligus memberikan catatan kritis perihal stabilitas nilai tukar mata uang yang berdampak langsung pada masyarakat bawah.

Legislator asal Kalimantan Selatan ini secara terbuka memuji kinerja perekonomian domestik pada paruh pertama tahun ini. Indonesia dinilai mampu menunjukkan taji di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak.

"Menyimak Pidano Nota Keuangan tadi, kami mengapresiasi pencapaian pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 yang berhasil mencapai level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Ini menunjukkan resiliensi ekonomi domestik kita yang luar biasa solid di tengah ketidakpastian geopolitik global yang sangat menantang," ujar Habib Aboe Bakar saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan.

Menurutnya, capaian ini menjadi modal berharga bagi pemerintahan saat ini untuk mematangkan agenda transisi pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Kendati memuji pertumbuhan makro, Habib Aboe Bakar mengingatkan dampak ikutan terkait penetapan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 yang dipatok pada angka Rp17.500 per dolar AS. Ia menilai angka psikologis baru ini mencerminkan betapa beratnya tekanan eksternal terhadap mata uang rupiah.

"Penetapan asumsi nilai tukar sebesar Rp17.500 per dolar AS ini mencerminkan tekanan eksternal yang sangat berat. Tentunya penetapan patokan nilai tukar ini harus diikuti dengan strategi konkret dari pemerintah bersama Bank Indonesia dalam memitigasi dampak pelemahan ini," tegas Sekjen PKS tersebut.

Ia menggarisbawahi bahwa pelemahan kurs tidak boleh dianggap remeh karena dapat memicu efek domino yang langsung memukul dapur masyarakat.

"Jangan sampai fluktuasi ini memicu lonjakan harga barang pokok di pasar akibat imported inflation (inflasi barang impor). Industri kita banyak yang memakai bahan baku luar negeri, kalau rupiah loyo, harga barang di pasar pasti ikut naik. Ini yang harus dicegah sejak dini," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nggak Punya Banyak Waktu? 4 Drakor dengan Jumlah Episode Singkat Ini Cocok Temani Akhir Pekan
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Singapura Challenger 2026 jadi arena perebutan tiket World Tour Malaga
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Ivan Gunawan Ogah Ikut Campur Masalah Ruben Onsu dan Sarwendah: Bukan Urusan Saya!
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
TMMD Percepat Pembangunan Infrastruktur Desa di Cianjur Selatan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pantun di Sidang Tahunan MPR, Muzani: Pesan untuk Rakyat, Jangan Saling Menghujat
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.