Pendapatan Driver Ojol Dapat Bagian 92 Persen, Garda Indonesia Ungkap Dampak Aturan Baru

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pengemudi ojek online (ojol) disebut bakal mendapat porsi pendapatan lebih besar setelah kebijakan baru menetapkan maksimal potongan aplikator sebesar 8 persen.

Garda Indonesia menilai aturan tersebut dapat menjadi angin segar bagi kesejahteraan driver ojol, dengan porsi pendapatan pengemudi mencapai 92 persen dari tarif perjalanan.

Garda Indonesia menegaskan pentingnya kehadiran payung hukum, baik melalui Undang-Undang maupun regulasi turunan untuk memperkuat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. 

BACA JUGA:Kata Prabowo, Penghasilan Driver Ojol Naik 3 Kali Lipat Berkat Bagi Hasil Jadi 92 Persen

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan kesiapan asosiasinya untuk terus menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah dalam menata ekosistem transportasi digital serta kesejahteraan para pengemudi ojol di lapangan.

Menurutnya, salah satu persoalan mendesak yang harus segera diselesaikan adalah besaran potongan aplikator.

Menurutnya potongan aplikator saat ini masih memberatkan, yakni berkisar antara 20 persen hingga hampir mencapai 50 persen.

"Kami berharap dengan adanya kepastian hukum, termasuk aturan potongan maksimal 8 persen, dapat meningkatkan pendapatan pengemudi secara signifikan," ujar Igun dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat, 14 Agustus 2026.

BACA JUGA:Perpres Transportasi Online Hanya Atur Ojol, Taksi Online Tak Masuk

Ia memetakan, dengan batasan potongan tersebut, dari tarif Rp20 ribu misalnya, potongan biaya aplikasi hanya sebesar Rp1.600, sementara selebihnya murni menjadi hak pengemudi.

Menanggapi dinamika sektor transportasi online ini, langkah advokasi kebijakan publik dinilai perlu ditempuh melalui tiga pilar utama.

Pilar yang pertama yakni Penguatan Basis Data dengan menyusun kajian komprehensif atau naskah akademik berisi data empiris mengenai kondisi ekonomi riil dan tantangan di lapangan.

BACA JUGA:Bukan Cuma Bebas Pajak, Ini Deretan Keuntungan Ojol Setelah Berubah Status Jadi UMKM

Lalu yang kedua Advokasi Formal dengan melakukan audiensi bersama lembaga legislatif (DPR RI) untuk memperjuangkan regulasi yang berpihak pada perlindungan transportasi berbasis aplikasi.

Kemudian Sektoral dengan melanjutkan komunikasi intensif bersama regulator, seperti Kementerian Perhubungan dan instansi terkait, guna memastikan aspek kesejahteraan pengemudi terakomodasi dalam draf kebijakan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kinclong Bukan Tujuan Akhir Pemerintah
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Cerita Kisah Risky, Anak Penjual Ikan yang Kembali Sekolah
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Komoditas Bursa Mineral Belum Ditentukan, OJK Masih Tunggu Perpres
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sederet Kecelakaan Kapal: Setidaknya Ada 7 Insiden Sejak Awal Tahun 2026
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Tertawa Saat Lomba 17 Agustus, Warga Binaan Lapas Cipinang Diam-diam Rindu Rumah
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.