Ketua MPR Ahmad Muzani Tegaskan Persatuan Sebagai Kekuatan Utama Bangsa

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani menyatakan bahwa persatuan menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurut dia, persatuan merupakan kekuatan paling utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pidato pengantar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8), Muzani menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni konstitusional, tetapi kesempatan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dalam menjaga Indonesia sebagai rumah bersama. “Perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” kata Ahmad Muzani.

BACA JUGA: Ketua MPR Ahmad Muzani Tekankan Relevansi Qanun Asasi dalam Perkuat Persatuan Bangsa

Dia mengatakan bahwa Indonesia lahir dari kesediaan berbagai golongan mengesampingkan kepentingan kelompok demi cita-cita yang lebih besar. Menurut dia, para pendiri bangsa pernah berdebat mengenai dasar negara, bentuk pemerintahan, wilayah negara, hingga hubungan agama dan negara. Namun, dia mengatakan, perdebatan tersebut tidak berujung pada perpecahan. Sebab, para pendiri bangsa bersedia mencari titik temu hingga melahirkan Republik Indonesia.

Muzani menilai Indonesia mampu bertahan bukan semata-mata karena kekayaan alam atau dukungan internasional, melainkan dikarenakan kekuatan rakyat yang bersatu. “Persatuanlah yang menyebabkan kemajuan terjadi,” tegasnya. Dia mengatakan jika persatuan melemah, maka energi bangsa ini akan habis untuk saling curiga dan meniadakan. “Namun, bila persatuan kokoh, perbedaan dapat diubah menjadi sumber energi dan kemajuan,” kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), itu.

BACA JUGA: Ketua MPR Ahmad Muzani Pastikan Formulasi Hukum PPHN Terus Dimatangkan

Muzani pun menyebut bahwa persatuan harus dirawat setiap hari melalui keadilan, keteladanan, dialog, dan rasa saling percaya. Menurut Muzani, menjaga persatuan berarti menegakkan keadilan, sehingga kritik tidak boleh digunakan untuk merusak persatuan. Sebaliknya, persatuan juga tidak boleh digunakan untuk meredam perbedaan pendapat.

Muzani menekankan Pancasila sebagai titik temu terbesar bangsa Indonesia. Menurut dia, Pancasila lahir dari pengalaman sejarah, kebudayaan, agama, dan kearifan yang hidup di tengah masyarakat serta dirumuskan melalui proses perdebatan. Dia menambahkan Pancasila telah diuji berbagai persoalan bangsa, mulai dari pergolakan politik, konflik ideologi, krisis ekonomi, kekerasan komunal, ancaman separatisme, terorisme, hingga pandemi.

BACA JUGA: Ahmad Muzani Pastikan Sidang Tahunan MPR RI Digelar 14 Agustus, Berikut Agendanya

Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk melalui penegakan hukum, pemberantasan korupsi, pengelolaan kekayaan nasional, serta kemampuan menjaga persatuan di tengah perbedaan. “Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita makin keras mencela. Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab,” ungkapnya.

Lebih lanjut Muzani mengatakan perkembangan teknologi digital telah memperluas ruang demokrasi sehingga masyarakat makin mudah menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, dan terlibat dalam perdebatan publik. Namun, dia mengingatkan ruang digital juga dapat menjadi sarana penyebaran kebencian, fitnah, manipulasi, dan kabar bohong secara cepat. Oleh karena itu, Muzani menekankan supaya budaya politik yang dibangun harus lebih beradab. Perbedaan pendapat dapat disampaikan secara keras dalam gagasan, tetapi tetap santun pada penyampaian.

Lebih lanjut Muzani dalam pidatonya juga menyoroti sejumlah agenda pembangunan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta Sekolah Unggul Garuda.

Menurut dia, MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia yang sehat serta berkualitas menuju Generasi Emas 2045. Pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, dinilai sebagai investasi jangka panjang. Meski demikian, pelaksanaannya harus tepat sasaran dengan tata kelola yang baik dan akuntabel.

Muzani mengajak seluruh rakyat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat tekad kebangsaan untuk mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. “Jangan biarkan Sang Saka Merah Putih hanya berkibar di ujung tiang. Hidupkanlah semangat dalam keberanian membela kebenaran,” tutur Muzani.

Pidato tersebut ditutup dengan seruan “Dirgahayu Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sekali merdeka, tetap merdeka”. Sebelum mengakhiri rangkaian sidang, Muzani juga menyampaikan tiga pantun yang menegaskan optimisme terhadap masa depan Indonesia, dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, serta ajakan menjaga persatuan dan tidak saling menghujat. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Airlangga Sebut Penjualan Kendaraan Listrik dan Hybrid Naik hingga 40 Persen Lebih
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Kejagung Limpahkan Tersangka Kasus Korupsi Tambang ke Kejari Jakpus
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Fakta Menarik Bougainville
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo: Tak Boleh Anak-Anak Kita Bertaruh Nyawa ke Sekolah
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Pernikahannya dengan Taylor Swift, Travis Kelce: Malam Terbaik dalam Hidup Saya
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.