KOMPAS.TV – Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026 dan diperkirakan telah membakar 1.120 hektar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kebakaran berdampak pada satwa yang hidup di kawasan tersebut hingga turun gunung untuk mencari makanan.
Kera Tengger terlihat berkeliaran di sepanjang jalan Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan. Warga kemudian berdatangan membawa makanan untuk kera yang turun ke area permukiman.
Berdasarkan pantauan udara Jumat siang, kebakaran di Bukit Seruni Point, Probolinggo, dan Bukit Kingkong, Pasuruan, telah padam. Namun, masih terdeteksi delapan titik panas, yakni dua titik di Probolinggo dan enam titik di Pasuruan. Petugas tetap melakukan operasi pendinginan untuk mencegah bara api kembali muncul.
Kebakaran juga menghanguskan kawasan konservasi di Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan hingga menyebabkan objek wisata Bromo ditutup. Upaya penanganan dan antisipasi munculnya kembali titik api dibahas bersama Ketua Tim Kerja Logistik BPBD Jawa Timur, Suprapto, serta Dansektor Penanganan Karhutla Bromo dan Danrem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan.
#gunungbromo #karhutla #bromo #satwa #jawatimur #kebakaran
Baca Juga: Kera Turun ke Jalan! Habitat Terbakar, Karhutla Bromo dan OKI Masih Ditangani | KOMPAS PETANG
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- dialog
- gunungbromo
- karhutla
- bromo
- satwa
- kebakaran





