JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF), lembaga baru di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Prabowo mengatakan DDMF nantinya akan membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tetapi belum menarik untuk dibiayai melalui investasi komersial jangka pendek.
"DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tapi belum dapat kita biayai dengan investasi komersial jangka pendek. Dan juga kita hindari harus dibiayai oleh APBN," terang Prabowo saat menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Melalui DDMF, dana kedaulatan Indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional," tambahnya.
Baca Juga: Prabowo: 290 BUMN Tak Produktif Sudah Ditutup, Target Maksimal 300 BUMN Produktif
Prabowo menyebutkan sejumlah proyek yang dapat menjadi contoh pemanfaatan DDMF, salah satunya proyek mobil nasional.
Dia menargetkan mobil nasional dapat diproduksi secara massal pada akhir 2028. Fasilitas produksi disebut telah dibangun di Subang.
Selain mobil nasional, Prabowo juga menyebut pembangunan Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa sebagai proyek strategis jangka panjang yang harus segera dimulai.
"Giant Sea Wall kita di Pantai Utara Jawa harus kita bangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura Jawa," ujarnya.
Prabowo mengatakan proyek tersebut tidak hanya ditujukan sebagai perlindungan dari kenaikan muka air laut.
Baca Juga: Prabowo Sentil Pengadaan Barang Kementerian dan Pemda yang Terpisah: Bikin Boros
Giant Sea Wall juga diharapkan menjadi infrastruktur air bersih, jalur pertumbuhan baru, sekaligus proyek yang meningkatkan kemampuan rekayasa nasional.
"Akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan pembangunan Giant Sea Wall ini," ucap Prabowo.
Prabowo kemudian mengaitkan DDMF dengan agenda besar pemerintah untuk mengubah kekayaan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nasional. Ia menegaskan setiap proyek pemerintah harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah juga akan memastikan insentif yang diberikan menghasilkan lapangan kerja dan investasi membawa transfer teknologi.
"Tidak boleh ada insentif tanpa pekerjaan baru. Tidak boleh ada investasi tanpa transfer teknologi," sebutnya.
Baca Juga: Prabowo Ingin Defisit Sekecil Mungkin: Cita-Cita Kita Anggaran Berimbang
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- ddmf danantara
- danantara development management fund
- proyek giant sea wall
- mobil listrik nasional
- prabowo subianto
- Danantara





