ABP: Prabowo Buktikan Negara Hadir, Ada 121 Kebijakan Transformatif

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Ketua Umum DPP Arus Bawah Prabowo (ABP) Michael F. Umbas menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026), menegaskan satu pesan penting bahwa negara hadir, berani mengambil keputusan, dan bekerja menyelesaikan persoalan rakyat.

Menurut Umbas, pidato Presiden bukan sekadar paparan capaian pemerintahan, tetapi menunjukkan arah transformasi Indonesia yang mulai diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret.

BACA JUGA: Pasang Target Ambisius, Prabowo Ingin Ekonomi 2027 Tumbuh 6%

"Pidato Presiden Prabowo hari ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak ingin berhenti pada retorika. Ada keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun dianggap sulit, dan yang paling penting, keberpihakan kepada rakyat," kata Umbas.

Dia menilai tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kebijakan transformatif tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat dan menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Puji PDIP di Pidato Kenegaraan soal RAPBN 2027, Mbak Puan Tersenyum

Dalam pidatonya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selama 21 bulan atau 663 hari pemerintahan, pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Presiden menegaskan, hal itu bukan berarti seluruh persoalan bangsa telah selesai. Namun pemerintah telah menunjukkan bahwa persoalan yang selama ini dianggap rumit dapat mulai diurai melalui keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa.

BACA JUGA: Prabowo Wacanakan Bentuk Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir

Bagi ABP, pesan tersebut penting karena pemerintahan Prabowo kini memasuki fase ketika berbagai kebijakan besar harus semakin terasa dampaknya di tingkat akar rumput.

"Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak kebijakan yang dibuat, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat. Dan dampak positif itu mulai dirasakan. Karena itu, ABP akan terus mendukung sekaligus mengawal agar transformasi ini benar-benar sampai ke bawah," tutur Umbas.

ABP juga menyoroti perhatian Presiden Prabowo terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), perbaikan sekolah, penguatan ketahanan pangan, serta berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa perbaikan gizi merupakan fondasi pembangunan manusia Indonesia. Prabowo juga menegaskan dirinya tidak ingin anak-anak Indonesia belajar dalam keadaan lapar.

Menurut Umbas, pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak semata-mata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi dari kualitas kehidupan rakyat.

"Anak-anak yang sehat, mendapatkan makanan bergizi dan pendidikan yang layak adalah investasi terbesar bangsa. Transformasi tidak boleh hanya terlihat dalam statistik. Transformasi harus hadir di meja makan rakyat, di sekolah, di layanan kesehatan, dan dalam terbukanya kesempatan kerja," kata Umbas.

Karena itu, lanjut dia, keberpihakan kepada rakyat kecil harus terus menjadi benang merah kebijakan pemerintah, baik di bidang pangan, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial maupun penciptaan lapangan kerja.

Umbas juga menilai keberanian pemerintah melakukan pembenahan BUMN sebagai bagian penting dari agenda transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, restrukturisasi tersebut harus diarahkan untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, efisien, profesional dan memberikan kontribusi lebih besar kepada negara.

"BUMN harus benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional. Struktur yang terlalu gemuk jangan sampai justru membebani dan membuat negara tidak efisien. Keberanian melakukan restrukturisasi patut didukung sepanjang arahnya jelas: memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing dan memperbesar manfaat BUMN bagi negara dan rakyat," ujarnya.(Fat/JPNN)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ayah di Depok Tega Perkosa Anak Kandungnya, Pelaku Ditangkap Polisi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Mencekam! Api Melanda Spanyol dan Inggris, Hutan serta Rumah Terbakar | SAPA MALAM
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Prof Sukardi Weda Siap Panaskan Kursi Pemilihan Rektor UNM
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Diskominfo Makassar Raih Public Service of the Year 2026 di Ajang Indonesia Marketing Festival
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
GO-SARI Bantu Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul dari Sampah Rumah Tangga
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.