ENDE, KOMPAS.TV - Sedikitnya lima gempa susulan dengan magnitudo di atas 5 tercatat di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Data Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga sekitar pukul 06.15 WIB mencatat gempa susulan terbesar bermagnitudo 6,2.
Data InaTEWS menunjukkan lima gempa bermagnitudo di atas 5 terjadi antara pukul 05.13 WIB dan 05.53 WIB. Dua di antaranya bermagnitudo 6,2.
Rangkaian tersebut terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 pada pukul 04.58.24 WIB yang berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT.
Baca Juga: Gempa M7,7 Nagekeo NTT, BMKG Rilis Estimasi Waktu Tiba Tsunami 22 Wilayah
Lima Gempa Susulan M5 ke AtasBerdasarkan data InaTEWS yang tercatat hingga sekitar pukul 06.15 WIB, gempa susulan tersebut adalah:
- M6,2 pada 05.13.53 WIB, 46 kilometer timur laut Labuan Bajo, kedalaman 10 kilometer.
- M5,5 pada 05.27.03 WIB, 56 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, kedalaman 10 kilometer.
- M6,2 pada 05.28.40 WIB, 45 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, kedalaman 10 kilometer.
- M5,6 pada 05.37.19 WIB, 49 kilometer timur laut Labuan Bajo, kedalaman 11 kilometer.
- M5,3 pada 05.53.14 WIB, 51 kilometer barat laut Ruteng, Manggarai, kedalaman 10 kilometer.
Data tersebut merupakan gempa yang tercatat dengan magnitudo lebih dari 5 di situs InaTEWS pada periode tersebut.
Warga Ende Masih Bertahan di Luar RumahRangkaian gempa tersebut juga dirasakan warga di Ende. Cynthia, warga Ende yang diwawancarai Kompas TV, mengatakan sedikitnya tiga gempa susulan terasa setelah guncangan pertama.
Menurut Cynthia, gempa susulan tidak sekuat gempa utama dan berlangsung lebih singkat. Meski demikian, warga masih takut kembali ke rumah.
"Kalau untuk kencangnya tidak sekencang yang pertama. Cuma cukup berasa. Tapi untuk durasinya tidak selama yang pertama," kata Cynthia.
Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami usai Gempa M7,7 Guncang NTT, Ini Wilayahnya
Ia mengatakan warga masih banyak berada di luar rumah sambil berkomunikasi dengan tetangga. Sebagian sudah mulai menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas.
"Untuk aktivitas kegiatan warga di sini sih masih pada di luar," ujarnya.
Gempa Utama Picu Peringatan TsunamiGempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG kemudian menerbitkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Dalam pemodelan InaTEWS, sejumlah wilayah masuk status Siaga dan Waspada. Pemerintah daerah pada wilayah berstatus Siaga diminta mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi, sedangkan masyarakat di wilayah Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.
Baca Juga: Detik-Detik Gempa M7,7 di Ende: Listrik Langsung Padam, Bangunan Bergoyang
Cynthia mengatakan warga di Ende juga masih mengikuti pembaruan informasi melalui BMKG karena adanya potensi tsunami.
Di Ende, listrik dilaporkan padam sejak gempa pertama. Sejumlah barang di tempat tinggal Cynthia juga berjatuhan akibat guncangan.
Sementara itu, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan pembaruan melalui kanal resmi.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- gempa NTT
- gempa susulan
- Ende
- Nagekeo
- InaTEWS
- BMKG





