Desa wisata dipromosikan jadi daya tarik wisata edukasi pada Australia

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata bersama Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney mengenalkan desa wisata di Indonesia sebagai destinasi untuk wisata edukasi yang memadukan sejarah, seni, budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia menawarkan pengalaman belajar yang autentik dan berkesan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di berbagai destinasi unggulan lainnya," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Made mengatakan wisata edukasi menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan Indonesia bukan hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai kelas hidup (living classroom) yang menawarkan pengalaman belajar melalui budaya, alam, dan kehidupan masyarakat.

Baca juga: Dinas Pariwisata Kota Jayapura percepat pengembangan kampung wisata

Baca juga: Desa wisata dinilai berpotensi menjadi penggerak ekonomi perdesaan

Perjalanan edukasi menjadi salah satu segmen pariwisata berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi. Karakter perjalanan edukasi berpotensi menciptakan masa tinggal yang lebih panjang sekaligus membangun interaksi yang lebih mendalam antara wisatawan dengan masyarakat, budaya lokal, dan ekosistem pendidikan di destinasi.

Potensi pasar tersebut juga ditopang besarnya perjalanan generasi muda secara global. WYSE Travel Confederation dan UN Tourism memprediksi dari sekitar 350 juta pemuda yang melakukan perjalanan pada 2025, sebanyak 23 persen di antaranya merupakan pelajar.

Sedangkan Australia menjadi salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia mencapai 1.754.791 kunjungan dan menempatkan Australia sebagai pasar wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia.

Hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia tercatat sebanyak 864.750 kunjungan atau meningkat 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Industri perjalanan pemuda tetap memiliki potensi besar sebagai kekuatan positif. Selain memberikan dampak ekonomi, segmen ini dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun jejaring internasional, serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pembelajaran yang berkualitas," ujarnya.

Maka dari itu, Kementerian Pariwisata menggelar rangkaian promosi pada 3–4 Agustus 2026, diawali dengan kegiatan "Indonesia Goes to School: Experience Wonderful Indonesia in the Classroom" di Claremont College, Sydney. Kegiatan tersebut memperkenalkan pengalaman wisata edukasi Indonesia secara langsung kepada kepala sekolah, guru, dan siswa melalui berbagai lokakarya interaktif.

Baca juga: Samuel Wattimena: Desa-desa wisata harus saling melengkapi

Para peserta mengikuti kegiatan membatik bersama Desa Wisata Wukirsari, belajar tari tradisional bersama Desa Wisata Taro, serta bermain angklung dan meronce kerajinan dari biji hanjeli. Peserta juga mengikuti storytelling bersama Balai Bahasa dan Budaya Indonesia NSW melalui pembacaan buku edukatif mengenai hanjeli yang berasal dari Desa Wisata Hanjeli.

Dilanjutkan dengan "EduTourism Networking Event" pada 4 Agustus 2026 yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra industri perjalanan dan pemangku kepentingan pendidikan di New South Wales, Australia.

Promosi mencakup pemaparan produk unggulan wisata edukasi, table-top meeting, sesi jejaring serta pertunjukan budaya. Produk yang diperkenalkan antara lain Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta yang menawarkan pembelajaran mengenai seni tradisi, kearifan lokal, dan kerajinan batik berstandar dunia.

Sementara Desa Wisata Taro di Bali menghadirkan pengalaman belajar berbasis lingkungan, keberlanjutan, dan pelestarian budaya.

Konsul Jenderal RI Sydney Pendekar Muda Leonards Sondakh mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan bukan hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai tujuan perjalanan yang menyediakan beragam ruang pembelajaran.

Desa-desa wisata Indonesia disebutnya dapat menjadi ruang belajar yang hidup, tempat para siswa belajar langsung dari masyarakat sekaligus melihat bagaimana budaya, kreativitas, keberlanjutan, dan ekonomi lokal saling terhubung.

Baca juga: Mapala UI jelajah kawasan timur: Kembangkan wisata dan ekonomi desa

Baca juga: Pemda Morowali-PT Vale siapkan Desa Wisata Unsongi berbasis komunitas

Baca juga: Injourney perkuat standar layanan berkualitas desa wisata di Lombok


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PDIP Tak Persoalkan Pertemuan Sekjen Partai Koalisi di Kediaman Sugiono
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Bandara Ngurah Rai Bali umumkan penerbangan rute NTT berjalan normal
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
DEBAT! Denny Indrayana Tantang Bukti Ijazah SMA Gibran, Andi Azwan Singgung Unsur Politik | ROSI
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa NTT, Kemensos Kerahkan Personel dan Mobilisasi Bantuan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Investor Asing Cabut Rp1 Triliun dari Bursa Usai Pidato Prabowo di DPR
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.