Grid.ID - Aktris Dea Annisa atau yang akrab disapa Dea Imut dan Mazaki Ahmad tengah menikmati babak baru dalam kehidupan mereka sebagai pasangan suami istri.
Keduanya resmi menikah dan kini mulai menjalani kehidupan rumah tangga bersama. Namun, karena usia pernikahan mereka baru sekitar satu minggu, Dea dan Mazaki mengaku masih membutuhkan waktu untuk benar-benar terbiasa dengan status baru tersebut.
Menariknya, meski telah mengucapkan ijab kabul dan resmi menjadi pasangan suami istri, Dea dan Mazaki masih kerap merasa seperti sedang menjalani hubungan pacaran. Dea bahkan mengaku terkadang dirinya dan Mazaki masih tidak percaya bahwa hubungan mereka kini telah berubah dari pasangan kekasih menjadi pasangan suami istri.
“Sampai sekarang ya kita malah mikirnya kayak, ‘Beneran nih kita udah married?’ gitu,” kata Dea Annisa ketika ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan pada Jumat (14/8/2026).
Menurut Dea, perasaan tersebut muncul lantaran perubahan dalam kehidupan mereka belum terlalu terasa. Keduanya masih menjalani komunikasi dan kebiasaan sehari-hari dengan cara yang kurang lebih sama seperti ketika masih berpacaran.
Hal yang paling membedakan kehidupan mereka setelah menikah, menurut Mazaki, adalah kini keduanya sudah tinggal bersama dalam satu rumah.
“Yang ngebedain jadi satu rumah aja sih, tapi kalau cara komunikasi kita tetap sama sih,” ujar Mazaki.
Tinggal bersama menjadi perubahan baru yang harus mereka jalani setelah resmi menikah. Meski demikian, Mazaki menilai pola komunikasi yang sudah terbangun selama berpacaran tidak mengalami perubahan besar setelah mereka menjadi suami istri.
Keduanya masih berusaha menikmati proses adaptasi tersebut secara perlahan, termasuk membiasakan diri dengan berbagai rutinitas baru sebagai pasangan yang telah menikah. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, Dea dan Mazaki juga mengaku masih merasa canggung ketika menjalani sejumlah aktivitas sebagai suami istri.
Salah satu momen yang sempat membuat Mazaki merasa kikuk adalah ketika harus beribadah bersama Dea. Menurutnya, situasi tersebut masih terasa berbeda karena mereka baru saja memasuki kehidupan rumah tangga.
“Jujur aku masih ngerasa nggak begitu nyaman sih untuk beribadah,” kata Mazaki.
Pernyataan Mazaki bukan berarti ia merasa tidak nyaman dengan Dea sebagai pasangan. Perasaan tersebut lebih kepada proses penyesuaian karena selama ini mereka menjalani aktivitas masing-masing sebagai pasangan yang belum menikah.
Kini, ketika status mereka sudah berubah, ada sejumlah kebiasaan baru yang harus dipelajari dan dijalani bersama. Dea pun membenarkan bahwa dirinya dan Mazaki masih berada dalam tahap adaptasi. Ia mengaku keduanya masih sering merasa kikuk karena secara emosional belum sepenuhnya terbiasa dengan perubahan status tersebut.
“Kita tuh lebih kayak, jujurnya masih canggung, kikuk gitu lho. Karena rasanya masih pacaran,” tutur Dea.
Menurut Dea, rasa canggung tersebut merupakan sesuatu yang wajar mengingat usia pernikahan mereka masih sangat muda. Meski secara resmi sudah menjadi suami istri, kebiasaan dan perasaan yang terbentuk selama masa pacaran tentu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Hal tersebut membuat Dea dan Mazaki terkadang masih seperti pasangan kekasih yang baru menjalani hubungan.
Bahkan, Mazaki mengaku mereka masih kerap lupa bahwa kini status hubungan mereka sudah berubah. Kesadaran bahwa mereka telah menikah terkadang baru muncul ketika menjalani aktivitas tertentu bersama.
“Masih suka lupa gitu kan, ‘Oh udah nikah ya’,” lanjut Mazaki.
Justru, fase tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan awal rumah tangga mereka. Meski masih merasa canggung dan terkadang lupa dengan status baru mereka, Dea dan Mazaki tetap mengaku menikmati kehidupan sebagai pasangan suami istri.
Tidak ada keluhan mengenai perubahan tersebut. Sebaliknya, Mazaki merasa bahagia bisa menjalani babak baru bersama Dea dan menikmati setiap proses yang mereka lalui setelah pernikahan.
“Wah, enjoy banget. Aku enjoy banget,” ujar Mazaki.
Dengan usia pernikahan yang baru sekitar satu minggu, Dea dan Mazaki tampaknya masih berada di fase awal dalam membangun rutinitas sebagai pasangan suami istri. Rasa kikuk, kebiasaan yang belum sepenuhnya berubah, hingga momen ketika mereka masih lupa bahwa sudah menikah menjadi bagian dari perjalanan awal rumah tangga keduanya. (*)
Artikel Asli




