Taiwan Perkuat Wisata Ramah Muslim untuk Menarik Lebih Banyak Wisatawan Indonesia

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Taiwan memperkuat pengembangan wisata ramah muslim melalui penyediaan makanan halal, akomodasi ramah muslim, ruang salat, dan fasilitas wudu untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan Indonesia.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia Frank Lu mengatakan Taiwan ingin memberikan kenyamanan kepada wisatawan Indonesia, khususnya wisatawan muslim.

"Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan muslim," kata Frank dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (15/8).

Pengembangan fasilitas ramah muslim tersebut menjadi bagian dari strategi Taiwan memperluas daya tarik pariwisata selain mengandalkan alam, budaya, kuliner, pariwisata berkelanjutan, dan pengalaman lokal.

Taiwan Perkuat Posisi sebagai Destinasi Ramah Muslim

Penguatan layanan bagi wisatawan muslim juga diharapkan mendukung posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating.

Taiwan menempati peringkat ketiga dunia dalam kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

Pasar Indonesia dinilai memiliki potensi besar setelah data Badan Pusat Statistik mencatat perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan.

Taiwan juga memperkenalkan berbagai destinasi di luar Taipei kepada wisatawan Indonesia, antara lain Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, serta beragam pengalaman budaya lokal.

Wisatawan Indonesia Mulai Mencari Pengalaman Lebih Mendalam

Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta Abe Chou mengatakan pola perjalanan wisatawan Indonesia mulai berkembang dengan meningkatnya minat terhadap beragam aktivitas wisata.

Selain objek wisata terkenal dan kuliner, wisatawan Indonesia mulai tertarik pada kegiatan bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan dengan kereta api, hingga kunjungan ke tourism factory.

"Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam," ujar Abe.

Penguatan fasilitas ramah muslim dan promosi beragam pengalaman lokal menjadi bagian dari upaya Taiwan menarik pasar wisatawan Indonesia yang terus berkembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gebrakan Presiden Prabowo! RUU Kewarganegaraan Ganda Terbatas Resmi Diajukan ke DPR
• 18 jam laluberitajatim.com
thumb
Gempa 7,7 M di NTT, Mensos: Semua Unit Telah Bergerak, Evakuasi-Bantuan Logistik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Bandar Narkoba! Bos Gendut Ditangkap BNN Saat Sedot Lemak, Buronan Kasus 98 Kg Sabu
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Gibran Video Call Ortu Paskibraka Asal Papua Tengah dari Istana
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kemhan Klarifikasi Logo Instansi di Kapal Milik Swasta untuk Mobilisasi Program Pangan Nasional
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.