KUPANG, KOMPAS - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan, sedikitnya lima orang tewas akibat gempa bumi dengan Magnitudo 7,7 di Pulau Flores, NTT. Petugas masih terus mengumpulkan dan memperbarui data korban dan kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
Informasi soal lima korban tewas tersebut disampaikan Melkiades yang akrab disapa Melki dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah NTT, Kota Kupang, Sabtu (15/8/2026).
“Informasi yang saya terima korban yang meninggal lima orang. Dua orang dari Kabupaten Sikka dan tiga orang dari Kabupaten Manggarai," kata Melki.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 7,7 itu terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer.
Pusat gempa tersebut berada di laut dengan jarak sekitar 30 kilometer arah timur laut Kabupaten Nagekeo, NTT. Nagekeo merupakan salah satu kabupaten di Pulau Flores. Sejumlah kabupaten/kota di Pulau Flores pun terkena dampak gempa tersebut.
Sebelumnya, Kantor SAR Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, melaporkan adanya seorang warga yang tewas, dua orang terluka, dan tiga orang tertimbun.
”Untuk sementara, satu korban tewas itu di Maumere dan tiga korban tertimbun itu di Kabupaten Manggarai,” kata Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman lewat sambungan telepon. Selain itu, dua warga juga dilaporkan mengalami luka-luka di Maumere yang merupakan ibu kota Kabupaten Sikka.
Adapun menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu pukul 08.00 WIB, satu orang meninggal dan empat orang mengalami luka-luka akibat gempa ini.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan hasil pemutakhiran dan validasi data di lapangan hingga pukul Sabtu 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dan empat orang mengalami luka-luka.
”Korban meninggal merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo,” kata Berton dalam keterangan tertulis.
Sesudah terjadinya gempa utama, BMKG mencatat beberapa aktivitas gempa susulan. Gempa susulan dengan kekuatan M 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB, kemudian M 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB, dan M 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk gempa M 5,5.
”Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami,” tutur Berton.
Berton menambahkan, BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait dampak gempa bumi tersebut. Pendataan itu mencakup korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan, maupun dampak lainnya. Informasi mengenai perkembangan korban dan kerusakan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi petugas di lapangan.
”BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta informasi peringatan dini dari BMKG. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena berpotensi membahayakan keselamatan,” papar Berton.
Informasi yang saya terima korban yang meninggal lima orang. Dua orang dari Kabupaten Sikka dan tiga orang dari Kabupaten Manggarai





