Wakil Perdana Menteri Iran, Kazem Gharibabadi merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS.
"Selat Hormuz dari dulu sampai sekarang adalah milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini akan dibuka, atau ditutup berdasar komando Iran," kata Gharibabadi, lewat akun X nya, dilansir AFP, Sabtu (15/8).
Iran memang tengah menutup Selat Hormuz, dan mengakibatkan perang berkepanjangan di kawasan, sejak akhir Januari tahun ini. AS sendiri terus menggempur Iran sejak saat itu, dan belum berhasil mematahkan perlawanan dari Iran.
Sementara itu, statement Trump itu dibuat saat ia menghadiri acara di Akademi Kepolisian Negara Bagian New York, pada Jumat (15/8). Ia mengatakannya sambil terkekeh, bahwa setelah mengalahkan Iran dengan telak, Trump akan mendeklarasikan kawasan itu sebagai teritorial AS.
Komentar itu lalu disebut sebagai candaan semata, oleh seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya. Ia mengatakan, itu adalah candaan Trump kepada reporter Wall Street Journal.





