Rumah dan Bangunan Rusak Parah Akibat Gempa NTT

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo ini memicu peringatan dini tsunami dan menyebabkan rumah dan bangunan di sejumlah daerah roboh hingga rusak parah. Berdasarkan data dari Stasiun Geofisika BMKG Kupang, getaran gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah Pulau Flores dan Pulau Timor. 

Tercatat telah terjadi 44 kali gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status level yang bervariasi, mulai dari Waspada, Siaga, hingga Awas untuk wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan.

Reporter Metro TV, Fernandus Rabu dalam tayangan Breaking News Metro TV, Sabtu, 15 Agustus 2026, melaporkan bahwa kenaikan permukaan air laut telah terdeteksi di beberapa titik di Pulau Flores, termasuk Kabupaten Alor, Ende, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur. Warga di pesisir pantai diimbau untuk segera menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi.

Dampak gempa mengakibatkan sejumlah bangunan dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan berat, termasuk fasilitas umum seperti pelabuhan dan tempat ibadah. Di beberapa lokasi, pasien rumah sakit harus dievakuasi ke luar gedung demi keamanan. Tak hanya itu, aktivitas transportasi laut juga lumpuh setelah sejumlah jadwal pelayaran dibatalkan.
 

Baca Juga :

BMKG: Gempa M 7,7 NTT Mengulang Sejarah 1992



Dampak gempa juga terasa kuat hingga ke Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, khususnya di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu yang lokasinya berdekatan dengan NTT.

Kontributor Metro TV, Ifa Musdalifah, melaporkan adanya kepanikan luar biasa di kalangan warga Selayar. Mereka berbondong-bondong mengungsi ke daratan yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi. Trauma akibat gempa magnitudo 7,4 pada Desember 2021 lalu menjadi alasan warga bergerak cepat melakukan evakuasi mandiri.


Pihak BPBD NTT bersama tim gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan di lapangan terkait jumlah korban jiwa maupun luka-luka. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG. Warga diminta tidak kembali ke rumah atau area pesisir hingga ancaman tsunami dan potensi gempa susulan dinyatakan berakhir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudah Operasi Lutut, Marselino Ferdinan Sampaikan Apresiasi untuk Dukungan PSSI dan Masyarakat
• 21 jam lalubola.com
thumb
Penjual Tramadol Kabur, Polisi Bongkar Produksi Etomidate di Apartemen Tangerang | KOMPAS PETANG
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Murid Sekolah Rakyat dari Pangkep Diperkenalkan Prabowo di Sidang Tahunan MPR, Juara Karate Tingkat Kabupaten
• 23 jam laluharianfajar
thumb
TNI AU Tanggung Biaya Perbaikan Mobil Warga yang Kena Puing Flare Pesawat Tempur
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Menkes Targetkan Renovasi 10 Ribu Puskesmas Rampung pada 2029
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.