Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan rasa duka citanya atas gempa bumi yang melanda beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Saya menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur," kata Gibran dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Ia menyampaikan pikiran dan doanya bersama seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarga, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana tersebut.
- Pidato 1 jam 45 Menit, Ini Poin-poin Penting dari Prabowo
- Anwar Ibrahim Buka-bukaan Korban Gibran, Rp 880 Miliar Lenyap Seketika
Gibran menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan dampak bencana, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
"Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," ucap Gibran.
Adapun gempa bumi tersebut terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58.23 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum berada pada koordinat 8,33° LS - 121,32° BT di Timur Laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dengan magnitudo awal M7,0 pada kedalaman 10 kilometer.
Sementara itu, data GeoForschungsZentrum (GFZ) mencatat episentrum berada pada koordinat 8,375° LS - 121,545° BT dengan magnitudo M6,25 pada kedalaman 10 kilometer. Parameter gempa tersebut kemudian diperbarui menjadi M7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.
(fab/fab)




