PM Jepang Sanae Takaichi Kirim Persembahan Ritual ke Kuil Yasukuni pada Peringatan Berakhirnya Perang Dunia II

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni di Tokyo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan penyerahan diri Jepang tanpa syarat dalam Perang Dunia II.

Takaichi mengirimkan persembahan ritual tamagushi melalui pejabat senior Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, sebagaimana dilaporkan Kyodo News.

Kuil Yasukuni Lama Memicu Perselisihan Diplomatik

Kuil Yasukuni terletak di Chiyoda, pusat Kota Tokyo, dan memberikan penghormatan kepada korban perang Jepang, termasuk 14 orang yang didakwa sebagai penjahat perang Kelas A dari Perang Dunia II.

Keberadaan 14 tokoh tersebut membuat Kuil Yasukuni sejak lama menjadi sumber perselisihan diplomatik antara Jepang dan sejumlah negara tetangganya.

Kunjungan maupun persembahan ritual pejabat Jepang ke Kuil Yasukuni kerap mendapat kritik dan penolakan dari China, Korea Selatan, serta sejumlah negara dan kawasan lain yang menjadi korban agresi Jepang pada masa perang.

Persembahan Dikirim pada 15 Agustus

Persembahan ritual tersebut dikirim Takaichi pada 15 Agustus, tanggal yang diperingati sebagai hari penyerahan diri Jepang tanpa syarat dalam Perang Dunia II.

Langkah Takaichi tersebut kembali menempatkan Kuil Yasukuni dalam sorotan karena sensitivitas sejarah dan diplomatik yang melekat pada tempat itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persiapan Sidang Tahunan 90 Persen, Rekayasa Lalin Sesuaikan Kebutuhan Warga
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Cadangan Devisa Indonesia Capai 145,3 Miliar Dolar AS, Pemerintah Pastikan Bantalan Eksternal Tetap Aman
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan, ABP Minta Manfaatnya Dikawal hingga Akar Rumput
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa NTT, SAR Maumere: 1 Warga Sikka Tertimpa Reruntuhan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DEBAT! Polemik Ijazah Gibran, Denny Indrayana Singgung Risiko Kriminalisasi | ROSI
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.