JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Militan Gibran Nusantara Andi Azwan mempertanyakan tujuan Denny Indrayana dan sejumlah pihak lain yang menurutnya memiliki hubungan dalam polemik ijazah.
Andi menilai ada orkestrasi untuk mendiskreditkan pemerintah dengan Gibran sebagai sasaran utama. Andi kemudian mempertanyakan apakah memang itu merupakan tujuan Denny.
“Terorkestrasi kebencian itu dengan masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk bisa bagaimana men-downgrade Pak Jokowi dari ijazahnya sebagai sasaran. Kemudian masuk ke Prabowo Gibran dan pemerintah ini untuk membuat suatu gerakan-gerakan untuk mendiskreditkan pemerintah dengan sasaran paling utama makzulkan Gibran,” katanya.
Denny kemudian menjelaskan bahwa persoalannya menurutnya sederhana.
Ia meminta Gibran menunjukkan dokumen yang menjadi dasar penerbitan surat keterangan penyetaraan pendidikan.
Denny bahkan mengatakan persoalan tersebut dapat selesai jika dokumen yang dimaksud diberikan dan dapat ditunjukkan kepada publik.
Denny menegaskan, jika dokumen tersebut diberikan, ia tidak akan lagi mengungkit persoalan tersebut.
Denny menjelaskan bahwa pemakzulan merupakan salah satu konsekuensi dalam hukum tata negara, bukan satu-satunya kondisi yang dapat menyebabkan kursi wakil presiden kosong.
Denny juga menyinggung sejarah pengunduran diri presiden dan wakil presiden.
Denny kemudian menjelaskan bahwa pemakzulan hanya berkaitan dengan salah satu kondisi tertentu dalam ketentuan impeachment atau pemakzulan.
Menurut Denny, inti persoalan yang ingin ia dorong bukanlah pemakzulan, melainkan persoalan etika dan moral kebangsaan.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://www.youtube.com/watch?v=LSRN9sqT1K0
#gibran #ijazah #wapres
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- rosi
- gibran
- ijazah
- jokowi
- pemakzulan
- wapres





