Nobar Piala Dunia hingga Pameran Seni, Teras Malioboro Jadi Titik Kumpul Baru

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Sepanjang 2026, Teras Malioboro semakin sering menjadi tempat berkumpulnya ribuan orang untuk berbagai kegiatan. Dari nonton bareng Piala Dunia, Pasar Kangen Ketandan, pameran seni dan kriya, gelar budaya, hingga kegiatan kementerian dan lembaga pemerintah digelar bergantian di kawasan tersebut. Aktivasi ruang melalui berbagai event itu kini menjadi salah satu strategi untuk membuat Teras Malioboro tidak hanya bergantung pada wisatawan yang kebetulan melintas.

Salah satu keramaian terbesar terjadi saat rangkaian nonton bareng Piala Dunia 2026. Pada semifinal Inggris melawan Argentina, sekitar 1.500 penonton memadati Amphitheatre Teras Malioboro 1. Keramaian kembali terjadi pada pertandingan final Spanyol melawan Argentina yang dihadiri lebih dari 2.000 penonton. Amphitheatre penuh dan keramaian bahkan meluas hingga area pelataran Teras Malioboro 1.

Namun, event di Teras Malioboro tidak berhenti pada kegiatan yang mendatangkan massa dalam jumlah besar. Pada 19–25 Juli 2026, lantai 3 Teras Malioboro 1 menjadi ruang pamer Sapa Waktu, yang menghadirkan lebih dari 100 karya mahasiswa Kriya dan Desain Mode Kriya Batik ISI Yogyakarta. Pameran yang juga masuk dalam rangkaian Jogja Art Weeks 2026 tersebut dilengkapi fashion show, workshop, dan pertunjukan seni.

Sebelumnya, pada akhir Mei hingga awal Juni, Teras Malioboro Ketandan juga diramaikan Pasar Kangen Ketandan. Sejumlah kegiatan lain turut mengisi kawasan sepanjang tahun, mulai dari gelar budaya, peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia oleh Kementerian Hukum, malam puncak Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe DIY, Kick-Off Sensus Ekonomi 2026, hingga program Kumitra Kementerian UMKM.

Menciptakan Alasan agar Orang Mau Datang ke Teras Malioboro

Kepala PLUT KUMKM Teras Malioboro, Wisnu Hermawan, mengatakan berbagai terobosan diperlukan agar Teras Malioboro terus memiliki dinamika dan tidak berhenti menjadi sekadar sentra perdagangan. Menurutnya, sebuah kawasan harus terus menciptakan alasan baru agar masyarakat mau datang.

“Teras itu harus hidup. Hidup itu butuh inovasi. Jadi enggak boleh yang itu-itu saja,” kata Wisnu pekan kedua Agustus ditemui di kantornya di Teras Malioboro 1.

Strategi tersebut mulai terlihat pada data kunjungan. Wisnu mengatakan pergerakan pengunjung Teras Malioboro sepanjang 2026 lebih dinamis dibandingkan tahun sebelumnya. Kunjungan pada Maret dan Mei tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2025. Sementara rekapitulasi Juni dan Juli belum selesai ketika wawancara dilakukan.

Keramaian berbagai event juga mulai dirasakan langsung oleh pedagang. Pemilik Kedai Pak Ali, Ali Imran (43), mengatakan rangkaian nobar sepak bola membuat penjualan meningkat. Pada salah satu gelaran nobar, tambahan omzet yang diperolehnya mencapai sedikitnya sekitar Rp1 juta.

Nobar bahkan mengubah jam operasional tenant. Pada hari biasa, Ali mulai bersiap menutup kedainya sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika pertandingan digelar hingga larut malam, ia tetap melayani penonton sebelum mulai membereskan dagangan ketika pertandingan memasuki babak kedua.

Menurut Ali, pengunjung nobar juga tidak hanya berasal dari Yogyakarta. Wisatawan yang sedang berada di Malioboro ikut datang menonton, termasuk wisatawan mancanegara. Ia sempat menjumpai sejumlah wisatawan asal Belanda bergabung dalam keramaian pertandingan menuju babak akhir.

Event Berbeda, Dampak Berbeda

Jenis event yang berbeda memberi dampak yang berbeda pula kepada tenant. Lely Idayanti (56), pedagang Gudeg Pecel Bu Lely, mengatakan nobar yang berlangsung larut malam tidak terlalu berpengaruh terhadap makanan berat yang dijualnya. Sebaliknya, kegiatan yang digelar perbankan, kementerian maupun penyelenggara dari luar kota memberi dampak langsung ketika menggunakan voucher makan.

Dalam beberapa kegiatan, menurut Lely, peserta mendapatkan voucher senilai Rp20.000 yang dapat dibelanjakan di tenant. Sistem tersebut membuat peserta event sekaligus menjadi konsumen pedagang yang berada di Teras Malioboro.

Lely juga merasakan peningkatan pengunjung pada periode liburan tahun ini. Saat kunjungan sedang tinggi, menurut dia, tempat yang tersedia bahkan tidak cukup menampung seluruh konsumen. Promosi melalui TikTok dan Instagram, baik oleh pengelola maupun tenant secara mandiri, turut membantu memperkenalkan kuliner di dalam Teras Malioboro kepada wisatawan dari luar daerah.

Bagi Ali, event juga memiliki fungsi lain: membuat orang yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan Teras Malioboro akhirnya masuk ke kawasan tersebut. Gelar budaya, misalnya, mendatangkan masyarakat dari Bantul, Kulon Progo hingga Gunungkidul. Mereka datang untuk mengikuti kegiatan sekaligus mengenal tenant yang ada di dalam Teras Malioboro.

“Semakin di sini banyak event, otomatis orang akan datang dengan sendirinya, ingin melihat ada acara apa di sini,” ujar Ali.

Wisnu melihat fungsi Teras Malioboro kini juga berkembang menjadi titik kumpul wisatawan di kawasan Malioboro. Rombongan wisatawan dapat berkumpul dan beristirahat di Teras Malioboro sebelum menyebar menjelajahi kawasan, kemudian kembali lagi pada waktu yang telah ditentukan.

Fungsi sebagai titik kumpul tersebut menurut Wisnu semakin penting ketika akses kendaraan menuju kawasan Malioboro mulai dibatasi. Teras Malioboro dapat menjadi salah satu ruang yang menampung pergerakan wisatawan sekaligus mempertemukan mereka dengan pedagang dan berbagai kegiatan yang berlangsung di dalamnya.

Bagi Wisnu, mempertahankan dinamika itu menjadi pekerjaan yang harus dilakukan terus-menerus. Teras Malioboro tidak cukup hanya mengandalkan nama besar Malioboro atau musim liburan untuk mendatangkan pengunjung.

“Kalau sentra itu enggak ada pertumbuhan, enggak ada dinamika, dia akan kalah dengan yang lain,” kata Wisnu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pangdam Jaya, Kapolda Metro dan Pemprov Bersih-Bersih Sungai Bersama Warga
• 4 jam laludetik.com
thumb
Timnas Indonesia Hancurkan Arab Saudi 7-0, Garuda Pertiwi Puncaki Klasemen Grup A Srikandi Merdeka Cup
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
BUMN Tebar Promo HUT ke-81 RI, Tiket Pesawat Diskon hingga 45%, KRL Cuma Rp8
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Senator Bustami Zainudin: Jokowi Layak Disebut Bapak Infrastruktur, Daerah Merasakan
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Breaking News! Gempa Besar M6,4 Guncang Pematangsiantar
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.