Senator Bustami Zainudin: Jokowi Layak Disebut Bapak Infrastruktur, Daerah Merasakan

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Lampung Bustami Zainudin mengapresiasi penghormatan yang disampaikan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kepada para presiden terdahulu dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8).

Dalam pidatonya, Ketua DPD RI memberikan apresiasi kepada para presiden berdasarkan capaian dan kontribusi masing-masing bagi perjalanan bangsa.

BACA JUGA: Jokowi Hadiri Sidang Tahunan, Megawati dan SBY Tak Terlihat

Untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Sultan menyematkan sebutan sebagai Bapak Infrastruktur.

Bustami Zainudin menilai penyebutan Jokowi sebagai Bapak Infrastruktur bukan sekadar ungkapan penghormatan, melainkan memiliki dasar yang kuat apabila melihat berbagai pembangunan yang berlangsung selama dua periode kepemimpinannya.

BACA JUGA: Hadiri Sidang Tahunan, Jokowi Menumpangi Mobil Listrik Mewah, Harganya Tak Main-Main

“Menurut saya, ketika Pak Jokowi disebut sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia, itu bukan sekadar memberikan julukan. Ada fakta yang bisa kita lihat dan rasakan di lapangan. Hampir di seluruh daerah, masyarakat merasakan hadirnya pembangunan infrastruktur selama beliau memimpin,” ujar Bustami.

Menurut Bustami, pembangunan infrastruktur pada era Jokowi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi di berbagai daerah.

BACA JUGA: Siti Fauziah Temui Jokowi di Solo, Bawa Undangan Sidang Tahunan MPR

Pembangunan jalan, jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan hingga infrastruktur pendukung lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Ia menilai pembangunan tersebut memiliki arti penting bagi daerah karena infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk membuka keterisolasian, memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sebagai anggota DPD yang mewakili daerah, kami melihat sendiri bagaimana pembangunan infrastruktur memberikan perubahan bagi masyarakat. Ada daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kemudian aksesnya terbuka. Ada sentra produksi yang semakin mudah terhubung dengan pasar. Ini adalah warisan pembangunan yang manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah pemerintahan berganti,” kata Bustami.

Bustami menegaskan, apresiasi terhadap capaian Presiden terdahulu seharusnya ditempatkan dalam perspektif kebangsaan.

Setiap pemerintahan memiliki tantangan, kebijakan, dan capaian masing-masing yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Indonesia.

Karena itu, menurutnya, memberikan penghargaan terhadap karya para pemimpin terdahulu bukan berarti mengabaikan kekurangan yang pernah terjadi, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi yang nyata sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

“Yang paling penting adalah bagaimana karya yang sudah baik dilanjutkan, disempurnakan, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Pembangunan Indonesia tidak boleh berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Apa yang sudah menjadi fondasi harus kita rawat dan terus kita kembangkan,” tegasnya.

Bustami juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang saat ini memimpin Indonesia, dengan harapan dapat terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada pemerataan serta melanjutkan fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh pemerintahan sebelumnya.

Ia menilai kepemimpinan keduanya membawa semangat baru dalam mempercepat pembangunan nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di seluruh daerah.

“Bagi kami di daerah, pembangunan itu bukan sekadar angka dan statistik. Pembangunan adalah jalan yang bisa dilalui, jembatan yang menghubungkan, irigasi yang menghidupkan pertanian, pelabuhan yang membuka perdagangan, dan akses yang membuat masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” pungkas Bustami. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur NTT: 5 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 di Nagekeo
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bertahan Tanpa Digaji: Kisah Perjuangan Iin Hidupkan Sekolah Anak Jalanan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
159 Desa dan Kelurahan di Riau Masuk Zona Rawan Karhutla
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI soal Ricuh di Aceh: Hormati Simbol Negara, Jaga Ketertiban
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Throughput kargo Bendungan Tiga Ngarai di China capai 100 juta ton
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.