SIKKA, KOMPAS.TV - Plt Sekretaris Daerah Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Margaretha M Da Maga Bapa mengungkap ada empat orang meninggal dunia usai terjadinya gempa di daerah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Perkembangan data ini disampaikannya dalam program Breaking News KompasTV, pada Sabtu siang.
"Jumlah meninggal sampai dengan saat ini ada tiga orang, ada satu lagi yang baru masuk ini datanya, jadi totalnya ada empat," ujarnya di Sikka, Sabtu siang.
Margaretha mengungkap, tiga korban meninggal yang awal sudah dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.
Sementara satu korban lainnya masih berada di salah satu pulau yang ada di kabupaten tersebut.
Menurutnya, satu dari tiga korban awal meninggal bukan karena reruntuhan. Ia mengungkap, satu korban tersebut memiliki penyakit bawaan jantung, kemudian pada saat berlari menghindari bangunan gedung, jatuh dan akhirnya meninggal.
Sementara itu, dua dari tiga korban awal meninggal karena reruntuhan bangunan.
Margaretha mengatakan, masyarakat di lokasi terdampak melakukan evakuasi secara mandiri di lebih dari 10 titik usai terjadinya gempa.
Beberapa posko yang ada di antaranya terdapat di area kantor bupati dan ada lima titik tersebar di Kelurahan Hewuli.
Baca Juga: Dampak Gempa di NTT, Gedung Pelabuhan Maumere Hingga Gedung Kampus Rusak | KOMPAS SIANG
Ia mengatakan, posko utama ada di Kantor BPBD daerah tersebut. Menurutnya, konsentrasi masyarakat nantinya akan diarahkan ke Gelora Samador dan kantor-kantor pemerintahan di desa, kelurahan, dan kecamatan masing-masing.
Margaretha menambahkan, korban yang mengalami luka ringan yang teridentifikasi saat ini sudah ditangani di fasilitas kesehatan terdekat.
Namun, ia belum menyebutkan jumlah pasti korban yang mengalami luka ringan karena masih dalam proses pendataan. Meskipun begitu, ia mengatakan korban luka ringan tidak terlalu banyak.
Usai terjadinya gempa, listrik sempat padam selama kurang lebih 2 jam di daerah tersebut, tetapi sudah normal kembali pada Sabtu siang.
Pelayanan kesehatan juga sudah berjalan normal pada Sabtu siang, meskipun pelayanan dilakukan di luar ruangan atau tenda-tenda.
Baca Juga: Penampakan Air Laut Surut di Labuan Bajo Pasca Gempa M 7,7 di NTT
Margaretha menjelaskan, saat ini masyarakat terdampak gempa di pengungsian membutuhkan tenda, air minum, makanan, dan obat-obatan.
Ia kemudian mengungkap jumlah pengungsi yang sudah terdata sebanyak 395 orang per Sabtu siang, yang mana tersebar di 6 titik pengungsian.
"Rata-rata yang mengungsi ini adalah warga yang ada di pesisir karena informasi di awal untuk siaga tsunami," ucapnya.
Menurutnya, masyarakat sekitar pesisir masih merasa trauma usai terjadinya gempa, sehingga mereka belum mau kembali ke kediaman masing-masing.
Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat agar menghindari atau menjauh dari wilayah pesisir.
Baca Juga: Gempa Susulan Guncang NTT Pascagempa M 7,7 di Nagekeo
Sebelumnya, informasi korban meninggal sempat disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena.
Ia mengungkap ada dua korban meninggal dunia dari daerah Sikka usai terjadinya gempa di wilayah tersebut.
"Korban jiwa, saat ini informasi yang saya terima sudah ada lima orang, dua di Sikka, tiga di Manggarai," ujar Emanuel dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Sabtu.
Namun per Sabtu siang, data korban meninggal dunia dari Sikka terpantau sudah bertambah.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- gempa
- sikka
- korban gempa ntt
- evakuasi gempa
- korban meninggal gempa





