Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan wacana pembentukan layanan dokter terbang yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
Dia mengatakan konsep dokter terbang nantinya kurang lebih menyerupai layanan dokter gigi keliling atau mobile dentist car. Namun, layanan tersebut dapat menggunakan moda transportasi udara, seperti helikopter, untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
"Kira-kira konsepnya sebenarnya mirip dengan yang dokter keliling atau mobile dentist car tadi. Nah, kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang, istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8).
Menurutnya, gagasan tersebut muncul seiring pemerintah berupaya memperbaiki pemerataan fasilitas kesehatan.
"Target pemerintah secepat-cepatnya ini untuk bisa memperbaiki seluruh Puskesmas kita, memperbaiki RSUD-RSUD kita dengan harapan memperpendek baik jarak maupun waktu terhadap pelayanan kesehatan kepada rakyat kita yang di tempat yang paling jauh," ujarnya.
Prasetyo menjelaskan layanan kesehatan berbasis transportasi udara juga telah diterapkan di sejumlah negara, khususnya sebagai unit reaksi cepat kesehatan.
"Di banyak negara memang tidak kemudian sudah menyeluruh ya, di beberapa negara, di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter," katanya.
Menurut Prasetyo, penggunaan moda udara tersebut terutama ditujukan untuk mempercepat penanganan masyarakat di wilayah terpencil yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil," ujarnya.
Namun, Prasetyo menegaskan konsep tersebut tidak berarti setiap desa atau kelurahan nantinya harus memiliki moda transportasi udara.
"Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu," pungkasnya.





