JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah usulan untuk menghapus jalur sepeda di sejumlah ruas jalan di Jakarta muncul ke publik hingga mendapat tanggapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Usulan tersebut muncul karena jalur sepeda dinilai jarang digunakan oleh pesepeda. Selain itu, pada jam sibuk, jalur tersebut justru kerap dilintasi kendaraan bermotor.
Namun, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menghapus jalur sepeda yang sudah tersedia.
Baca juga: Ketua RT di Tangsel Jadi Tersangka Usai Aniaya Pembakar Sampah
Ia menilai keberadaan jalur sepeda tetap dibutuhkan masyarakat Ibu Kota.
“Kalau misalnya sekarang mau dikaji, saya kira harus dipertahankan,” ujar MTZ dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/2026).
Sepeda Punya Peran Penting
Menurut MTZ, sepeda dapat digunakan sebagai alat transportasi sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak.
Sepeda juga menjadi salah satu pilihan transportasi yang tidak menghasilkan polusi.
Minat masyarakat untuk bersepeda sebenarnya sempat meningkat saat pandemi Covid-19. Kala itu, jalan-jalan di Jakarta lebih sering dipenuhi warga yang bersepeda, baik untuk berolahraga maupun bepergian.
Namun, setelah pandemi berakhir, jumlah pesepeda kembali menurun.
Baca juga: Tolak Voting, Warga Desak Tiang Portal di Menteng Dekat Rumah Pejabat Dicabut
MTZ menduga salah satu penyebabnya adalah kondisi sejumlah jalur sepeda yang kurang terawat.
“Sepeda tetap memiliki peran penting dalam sistem transportasi perkotaan karena tidak menghasilkan polusi dan memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
MTZ menilai warga bisa menggunakan sepeda untuk pergi ke halte atau stasiun. Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan dengan bus, kereta, atau MRT.
Menurut dia, cara seperti ini sudah diterapkan di sejumlah negara maju.
Anggaran Perawatan Jalur Sepeda Diminta Ditambah
Selain meminta jalur sepeda dipertahankan dipertahankan, MTZ juga mendorong adanya penambahan anggaran untuk memperbaiki dan mengembangkan fasilitas tersebut.
Menurut dia, pembangunan jalur sepeda yang dilakukan pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Anies Baswedan, belum mencakup seluruh wilayah Jakarta.