Renovasi Gedung Sate Berubah, Dedi Mulyadi Sebut Cat Lama Tak Sesuai Standar

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDRenovasi Gedung Sate kini berubah. Dedi Mulyadi mengatakan cat lama tidak sesuai standar. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan proses renovasi Gedung Sate kini memakai jenis cat yang memenuhi ketentuan untuk pemeliharaan bangunan cagar budaya. Pemilihan cat tersebut bertujuan mempertahankan kualitas bangunan bersejarah itu sehingga lebih awet serta tidak mudah terlihat kusam.

"Bangunan bersejarah atau bangunan heritage itu sebenarnya ada standardisasinya yang dimiliki oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya," katanya saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, dikutip dari Kompas.com.

Dedi menjelaskan, pemeliharaan Gedung Sate sebelumnya belum menerapkan standar khusus yang diperuntukkan bagi bangunan heritage.

Ia menyebut jenis cat yang dipakai terdahulu lebih menyerupai cat untuk bangunan rumah pada umumnya, sehingga daya tahannya kurang optimal dan membuat tampilan Gedung Sate kembali tampak kusam.

"Selama ini, Gedung Sate itu tidak menggunakan standardisasi dalam pemeliharaannya sehingga kalau dicat itu dipakai cat yang seperti dipakai di rumah kita masing-masing. Sebulan sudah copot lagi dan kelihatan kusam," katanya.

Dedi menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Barat kini memilih cat yang memenuhi standar pemeliharaan bangunan heritage, sehingga perawatan Gedung Sate dapat dilakukan sesuai karakter aslinya. Kendati memakai material khusus, biaya yang dialokasikan untuk pemeliharaan Gedung Sate saat ini justru lebih rendah dibandingkan anggaran sebelumnya.

"Nah sekarang uang pemeliharaannya lebih kecil dibanding dulu, tetapi kami langsung pada esensinya menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," tutur Dedi.

Dedi mengaku tidak mengetahui secara detail spesifikasi teknis cat yang digunakan lantaran dirinya hanya menetapkan kebijakan secara umum.

"Saya tidak tahu spesifikasi teknis ya, kan saya hanya menetapkan kebijakan umum. Nanti cek ke Biro Umum," ucap Dedi.

Meski begitu, mantan Bupati Purwakarta itu menilai hasil pengecatan Gedung Sate saat ini lebih baik, terlihat lebih cerah, termasuk pada bagian atas bangunan.

 Baca Juga: Ratusan Pabrik Akan Berdiri di Surya Cipta Karawang, Dedi Mulyadi Sebut Bakal Serap Ribuan Tenaga Kerja

 

"Kami bandingin dulu selalu ada pemeliharaan-pemeliharaan, tetapi hasilnya ya seperti yang terlihat beberapa waktu yang lalu. Hari ini dengan standar anggaran rutin yang lebih rendah kami bisa mencapai dengan kualitas yang terbaik," ucap Dedi.

Sebelumnya, Proyek yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menghabiskan anggaran hingga Rp 15 miliar. Melalui proyek tersebut, kawasan Gedung Sate nantinya akan diintegrasikan dengan Lapangan Gasibu dan difungsikan sebagai ruang publik yang sekaligus memperkuat simbol pusat pemerintahan.

Sejumlah penataan telah mulai dilakukan sejak awal April 2026. Salah satu perubahan yang terlihat adalah pembongkaran area taman hijau yang selama ini menjadi ciri khas Gedung Sate.

Taman tersebut dibersihkan untuk membuka area lapang. Selain itu, ubin serta batu alam di bagian plaza turut dibongkar, sementara tanaman dicabut guna dilakukan penataan ulang.

Program revitalisasi di bagian depan Gedung Sate dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026.

Dalam proyek ini, sejumlah aspek menjadi fokus, seperti penggabungan Plaza Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu, penataan koridor Jalan Diponegoro, hingga pembangunan ruang terbuka publik yang mengusung budaya Jawa Barat.

Total area yang terdampak revitalisasi mencapai 14.642 meter persegi.

Kawasan yang meliputi plaza depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu dirancang terhubung satu sama lain. Upaya ini bertujuan mempertegas peran Gedung Sate sebagai simbol utama pusat pemerintahan di Jawa Barat.

Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Winny Citra, menyampaikan bahwa proses penataan kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026.

"Penataan kawasan dilakukan dengan mengembalikan poros Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Lapangan Gasibu sebagai sumbu utama yang merepresentasikan identitas pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus menegaskan peran Gedung Sate sebagai pusat (center point) Jawa Barat," kata Winny dikutip dari TribunJabar.id.

Kawasan terpadu ini tidak hanya ditujukan untuk mempertegas simbol pemerintahan, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang publik yang merepresentasikan karakter dan nilai budaya Jawa Barat secara utuh.

 Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan Obat Terlarang, Dedi Mulyadi Wacanakan Tes Urine Siswa SMA/SMK di Jabar

 

Hal tersebut diwujudkan melalui penataan ulang desain kawasan, pembangunan jalur pedestrian atau akses bagi pejalan kaki, serta penambahan berbagai elemen ruang terbuka publik lainnya.

Perubahan tampilan Gedung Sate dilakukan karena bangunan tersebut dinilai kurang terlihat menonjol akibat terhalang bangunan di sekitar kawasan Gasibu. Melalui program revitalisasi ini, Gedung Sate diharapkan kembali menjadi pusat perhatian sekaligus mencerminkan identitas Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman. Herman menegaskan bahwa proyek revitalisasi tersebut telah melalui kajian teknokratis yang matang.

Ia menambahkan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi ruang publik terintegrasi yang mampu memperkuat fungsi simboliknya.

"Nanti akan kami cek kembali desainnya, termasuk timeline yang jelas," tuturnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Israel Benjamin Netanyahu Ledek Inggris “Republik Islam Britania”, London Naik Pitam
• 25 menit laluviva.co.id
thumb
Pakar Unej Menilai RAPBN 2027 Harus Mendorong Ekonomi Indonesia Naik Kelas Tanpa Korbankan Fiskal
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Fitur Canggih AI Bikin Identifikasi Barang Jadi Akurat
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Tampang Bos Gendut, Gembong Narkoba Kampung Bahari Ditangkap saat Sedot Lemak di Klinik Kecantikan
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Targetkan Renovasi Seluruh Sekolah Rampung pada 2029
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.