Direktur Polimerz Perkuat Komitmen Kesehatan dan Pendidikan melalui Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MALAYSIA — Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu, 15 Agustus.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polimerz dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi di bidang kesehatan dan pendidikan melalui program pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Lorong Sungai Mulia 5 tersebut mengangkat tema “Transforming Students’ Health and Well-Being Through Integrative Approach in Health and Education, Physical Activity, Social Engagement, and Healthcare Awareness.” Tema ini menegaskan komitmen Polimerz dalam mendorong peningkatan kesehatan, kesejahteraan, serta kualitas pendidikan anak-anak melalui pendekatan yang terpadu.

Dalam pelaksanaannya, Politeknik Kesehatan Megarezky diterima secara langsung oleh Pimpinan Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Hj. Mimin.

Penyambutan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun suasana kolaboratif antara Polimerz dan pihak Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dalam mendukung kegiatan pendidikan dan kesehatan bagi peserta didik.

Kehadiran Direktur Politeknik Kesehatan Megarezky, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes., dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pelaksanaan kewajiban institusional perguruan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi membangun jejaring akademik dan kemanusiaan pada tingkat internasional.

Pendekatan integratif yang diusung dalam kegiatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Kesehatan dan kesejahteraan siswa tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek pendidikan, kesehatan mental, interaksi sosial, aktivitas fisik, serta kemampuan memahami dan menerapkan perilaku hidup sehat.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pendekatan tersebut penting karena perilaku kesehatan terbentuk melalui interaksi berbagai faktor, mulai dari pengetahuan individu, lingkungan sosial, pendidikan, hingga dukungan komunitas. Karena itu, intervensi kesehatan kepada anak-anak perlu dirancang secara komprehensif agar tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi mampu membangun kesadaran dan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan kesehatan menjadi salah satu fondasi utama dalam kegiatan PKM Internasional ini. Melalui edukasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, siswa diarahkan untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mengenali perilaku hidup sehat, memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh, serta meningkatkan kesadaran terhadap berbagai persoalan kesehatan yang dapat mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Polimerz, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes. menegaskan bahwa pengabdian masyarakat internasional merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjadikan ilmu pengetahuan lebih dekat dengan masyarakat.

“Pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari peran perguruan tinggi. Melalui kegiatan internasional ini, Polimerz ingin menghadirkan kontribusi nyata di bidang kesehatan dan pendidikan sekaligus membangun kolaborasi lintas negara. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Malaysia,” ujar Hairuddin.

Menurutnya, kegiatan pengabdian di luar negeri juga menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk memahami bahwa persoalan kesehatan dan pendidikan memiliki dimensi yang universal, meskipun karakteristik sosial dan lingkungan masyarakat berbeda.

“Anak-anak adalah kelompok yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Ketika pengetahuan kesehatan, aktivitas fisik, keterlibatan sosial, dan kesadaran terhadap layanan kesehatan dibangun secara bersamaan, maka kita tidak hanya berbicara tentang kesehatan hari ini, tetapi juga sedang mempersiapkan generasi yang lebih sehat dan memiliki kapasitas untuk menjaga kesehatannya secara mandiri,” lanjutnya.

Sementara itu, Pimpinan Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Hj. Mimin, menyambut baik kehadiran Polimerz dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut. Kehadiran perguruan tinggi kesehatan dari Indonesia dinilai memberikan nilai tambah bagi peserta didik, terutama melalui edukasi dan pengalaman pembelajaran yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Pelaksanaan PKM Internasional di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 juga memperlihatkan peran perguruan tinggi kesehatan dalam memperluas praktik community-based health intervention. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian aktif dalam proses peningkatan kesehatan, bukan sekadar sebagai penerima manfaat.

Dalam konteks tersebut, Polimerz memandang bahwa pengabdian masyarakat perlu dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, serta berkelanjutan. Model demikian diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pemecahan persoalan kesehatan di masyarakat.

Kegiatan di Malaysia ini sekaligus memperkuat visi Polimerz untuk mengembangkan internasionalisasi perguruan tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat internasional menjadi ruang strategis bagi sivitas akademika untuk mengimplementasikan kompetensi akademik dalam konteks masyarakat yang lebih luas sekaligus membangun jejaring kolaborasi internasional.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses membangun literasi kesehatan dan kemandirian peserta didik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sosial mereka.

Pelaksanaan PKM Internasional Polimerz di Kuala Lumpur menjadi bukti bahwa kontribusi perguruan tinggi kesehatan dapat melampaui batas geografis. Melalui pendekatan akademik dan kemanusiaan, Polimerz berupaya menghadirkan pendidikan kesehatan yang inklusif sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional.

Dengan demikian, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang implementasi tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi langkah strategis Polimerz dalam membangun reputasi akademik, memperluas jejaring internasional, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan serta pendidikan masyarakat. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan Sebut DPR Jadi Korban Manipulasi Konten Hoaks
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Kasus Transfer Pricing PT TPL Seret Pegawai Pajak, Menkeu Purbaya: Kita Ikuti Prosesnya
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Bikin Geger! Pejabat Eselon II Banda Aceh Diamankan Gegara Dugaan Hubungan Sesama Jenis, Kini Diperiksa Intensif
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Paskibra KBRI Tokyo 2026 Dikukuhkan, 25 Pelajar SIT Siap Bertugas
• 18 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Jembatani Kebutuhan Industri Kreatif, Partai Perindo Jabar dan MNC University Hadirkan Program Beasiswa Kita
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.