Sebanyak 25 pelajar Sekolah Indonesia Tokyo (SIT) resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih KBRI Tokyo 2026. Mereka akan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tokyo, Jepang.
Pengukuhan dilakukan Nurmala Kartini P. Sjahrir Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang di Balai Indonesia, Tokyo, Sabtu (15/8/2026).
Ke-25 anggota Paskibra tersebut merupakan pelajar SIT dari berbagai jenjang pendidikan dan latar belakang.
Sebelum dikukuhkan, mereka menjalani proses seleksi serta pelatihan yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan upacara kemerdekaan.
Prosesi pengukuhan diawali pembacaan ikrar putera-puteri Indonesia yang dipimpin Dubes Kartini dan diikuti seluruh calon Paskibra.
Dalam prosesi tersebut, Dubes Kartini menanyakan kesiapan para calon anggota untuk menerima dan mengamalkan Dharma Putera Indonesia sebagai kode kehormatan, sekaligus menjadi bagian dari pembaruan dan pembangunan Indonesia.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, hari ini, Sabtu 15 Agustus 2026, Pasukan Pengibar Bendera KBRI Tokyo 2026 saya resmikan. Semoga amal bakti kita semua mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan berguna bagi nusa dan bangsa,” kata Kartini saat mengukuhkan Paskibra.
Dalam amanatnya, Kartini menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibra yang telah menyelesaikan rangkaian seleksi dan pelatihan.
Menurutnya, tugas sebagai Paskibra tidak hanya berkaitan dengan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, terutama kedisiplinan dan ketepatan waktu.
“Persiapan yang anak-anakku lakukan memerlukan latihan kedisiplinan. Meskipun dalam pelaksanaan nanti hanya sebentar tetapi tentu ada sebuah pengalaman berharga. Bagaimana di dalam melakukan kegiatan ini kita harus disiplin, tepat waktu. Ini hitungannya bukan hanya menit tapi juga detik,” ujar Kartini.
Ia juga meminta para anggota Paskibra mampu menjaga emosi, membangun toleransi, serta mengikuti arahan pelatih selama menjalankan tugas.
“Selain belajar disiplin, kalian juga harus mampu menahan emosi dan belajar toleransi satu sama lain. Ikuti semua arahan dan komando dari pelatih. Kalian adalah bagian yang sangat penting dalam perayaan kemerdekaan Indonesia ke-81 tahun,” tuturnya.
Kartini mengatakan pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk turut membangun Indonesia pada masa mendatang. Ia mengaitkan peran generasi muda dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Kita bersama melakukan upacara dengan hati gembira. Bersama kita ke depan melihat Indonesia yang baru, Indonesia yang akan kalian jalankan di masa depan. Mimpi kita Indonesia emas di 2045 dan kalian menjadi bagian di dalamnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Kartini juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang telah membina dan mempersiapkan 25 anggota Paskibra KBRI Tokyo 2026.
Pelatihan dilakukan enam Taruna Akademi TNI dari matra Darat, Laut, dan Udara yang sedang menempuh pendidikan di National Defense Academy (NDA), Yokosuka, Jepang.
Pengukuhan turut disaksikan para orang tua anggota Paskibra. Dalam prosesi simbolis, para orang tua memasangkan kendit di pinggang putra-putri mereka sebagai bagian dari rangkaian pengukuhan.
Naura Caeli Maghya salah seorang anggota Paskibra KBRI Tokyo 2026 mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera tahun ini.
“Sungguh bangga menjadi anggota Paskibra. Semoga Indonesia menjadi negara lebih maju, aman dan sejahtera rakyatnya,” ujar Naura, siswi kelas 9 SIT.
Selain Naura, 24 anggota Paskibra KBRI Tokyo 2026 lainnya yakni Adrian Ahmad Wisesa, Abdul Hanif Kibou, Muhammad Fatih Alghifari, Erisa Zhafirah Avianto, Alya Sekar Kinanti, Razzan Fayyadh Rafisqy Jufrizal, Kosei Savio Rama Kusuma, Dzaky Abdurrahman Hakim, Adlyn Aiesha Tresnaputri, Ni Made Pristina Suar Kirana, Shafyna Annabelle Kusuma, Dzu Ainin, Rossa Fadilah Abas, Farah Nadira Wibowo, Lin Shuxian Shanice Myka Karima, Raisa Syawaluna Haruka, Jessenia Leontine Dominic, Sabirah Faizah Hakim, Malika Niandra Sofiyuddin, Shahnaz Athaya Kanae Maheswari, Amira Lathifah Sharleen, Nadya Nurayda Kusumo, Arda Masagi Irfansyah, dan Noah Nathaniel Ruauw. (saf/faz)




