BMKG Imbau Masyarakat Waspada & Awas Pascagempa 7,7 Magnitudo NTT

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar mengimbau masyarakat tetap waspada dan awas atas segala potensi yang bisa terjadi pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti diketahui, gempa NTT  berkekuatan Magnitudo 7,7 dan getarannya turut dirasakan di Sulawesi Selatan pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB.

BACA JUGA: BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT

Pusat gempa (episenter) terletak pada titik koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT pada kedalaman 15 kilometer.

"Imbauan BMKG kepada masyarakat, sudah bisa kembali ke rumah masing-masing karena peringatan ini tsunami sudah dinyatakan berakhir. Tetap waspada," ujar Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar Jamroni di Makassar, Sabtu.

BACA JUGA: Dampak Gempa NTT, 95 Bangunan Rusak

Jamroni menjelaskan dari perkembangan terakhir setelah gempa terjadi di NTT itu, dilaporkan terjadi gempa susulan sebanyak 82 kali. Meski cukup banyak, tetapi tidak sebesar di awal.

Dia menyebut untuk peringatan dini tsunami dinyatakan sudah berakhir setelah melewati dua jam usai kejadian. Kendati demikian, tsunami kecil sempat terjadi di beberapa lokasi.

Di wilayah Sulsel, kata dia, diketahui ternyata perubahan bukaan laut hingga terbentuk tsunami kecil setinggi 0,5 meter seperti di Pulau Jampea, Kabupaten Selayar, Kabupaten Bulukumba dan beberapa tempat lainnya, termasuk getarannya dirasakan sebagian masyarakat di Kota Makassar.

"Ada perubahan tinggi air. Artinya, tsunami sudah terjadi dengan status waspada, tapi sekarang sudah dinyatakan berakhir setelah dua jam tidak terjadi tsunami yang besar. Itu yang menyebabkan kita harus awas," tuturnya.

Jamroni menyebut gempa susulan sudah terjadi 82 kali, tetapi sudah menurun kekuatannya.

Dia berharap mudah-mudahan tidak ada gempa yang lebih besar. Tetapi, biasanya bila melihat model dari pascagempa itu, maka semakin menurun kekuatannya.

Terkait dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan khusus di wilayah Sulsel, dia mengatakan sejauh ini belum ada laporan terdampak kerusakan. Dari laporan BPBD Selayar, tidak ada kerusakan bangunan.

"Kerusakan lebih banyak di wilayah NTT, di Ende. Tadi ada foto untuk rumah roboh, kemudian retakan pada pelabuhan. Sedangkan di wilayah Sulawesi Selatan belum ada, masih di wilayah NTT," tuturnya.

Kendati getaran gempa paling terasa pada sebagai pulau yang ada di Selayar, Jamroni mengemukakan, karena wilayahnya dekat dengan NTT dan berada pada wilayah paling selatan, seperti di Pulau Madu, Pulau Pasir Lambena.

"Itu jarak tidak terlalu jauh, pusat gempanya di sekitaran wilayah itu, sehingga untuk getaran kemungkinan dapat. Air naik atau surut kemungkinan di dapat karena posisi patahan yang sifatnya naik," ujar Jamroni.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WVI Dorong Penguatan Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis Anak
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Sesumbar Mau Deklarasikan Selat Hormuz Sebagai Wilayah AS
• 11 jam laludetik.com
thumb
Warga Berburu Hadiah Lomba 17-an di Pasar Jatinegara, Rogoh Kocek Rp 2 Juta
• 3 jam laludetik.com
thumb
Mau ke Perayaan HUT ke-81 RI? Dishub DKI Imbau Naik Transportasi Umum, Tarif Cuma Rp8
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Perjuangkan Keadilan, Nicko Widjaja Berharap Divonis Bebas di Tingkat Banding
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.