Update Dampak Gempa Flores: 33 Orang Meninggal Dunia

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kupang, ERANASIONAL.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memantau langsung penanganan darurat di wilayah terdampak gempa bumi Flores, Sabtu (15/8/2026).

Gubernur beserta rombongan tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu siang.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses penanganan pascagempa tektonik yang mengguncang wilayah tersebut pada pukul 05.58 WITA berjalan optimal.

Turut mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut antara lain Ketua DPRD NTT Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka.

Setibanya di lokasi, rombongan mendatangi sejumlah titik terdampak. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus dilakukan guna memperbarui data korban serta pemetaan kerusakan infrastruktur.

“Kami terus memantau penanganan di lapangan, baik pencataan korban jiwa, warga luka-luka, maupun kerusakan fasilitas. Pembaruan data dilakukan secara berkala,” tegas Melki.

Rincian Korban Jiwa dan Luka-Luka

Berdasarkan pendataan sementara hingga Sabtu sore, total korban jiwa akibat bencana ini tercatat sebanyak 33 orang.

Berikut sebaran data korban jiwa di beberapa kabupaten:

Selain korban meninggal, sebanyak 23 warga mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan perawatan medis.

Rinciannya meliputi 13 korban di Kabupaten Ende, 6 korban di Kabupaten Sikka, dan 4 korban di Kabupaten Manggarai.

Perbaikan Infrastruktur dan Layanan Dasar

Gempa ini juga merusak pemukiman warga serta sejumlah fasilitas publik di Pulau Flores. Di Sikka, kerusakan melanda Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Kerusakan titik bangunan juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Ende.

Untuk akses transportasi, pembersihan jalan yang tertutup material tanah longsor mulai dikerjakan secara bergotong royong oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas PUPR Provinsi NTT, dan Dinas PUPR kabupaten setempat.

Di sektor utilitas, pemulihan pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi yang sempat terputus terus dikebut secara bertahap agar jalur komunikasi warga dan petugas penanganan bencana kembali normal.

Gubernur Melki menegaskan bahwa pemenuhan logistik dan tempat tinggal sementara menjadi prioritas utama penanganan saat ini. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak menunda penyaluran bantuan.

“Jika stok bantuan logistik mendesak sudah tersedia di tingkat daerah, segera distribusikan ke warga. Tidak perlu menunggu kiriman dari luar,” pungkas Melki. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Air Laut Naik Akibat Gempa Flores, Warga Selayar Masih Mengungsi
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Piala Kemerdekaan Kecamatan Rilau Ale Bulukumba: Bontomanai vs Bonto Lohe Bertemu di Final
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Disebut "Pengacara atau YouTuber", Abdul Gafur Sangadji: Profesi Saya Tetap Advokat
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Ketua DPR: RUU Perampasan Aset Masih dalam Tahap Terima Masukan Masyarakat
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Bank Sumsel Babel Bekali Mahasiswa Baru Universitas Sriwijaya untuk Siap Hadapi Dunia Kerja
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.