Mensesneg: Pendirian PFII karena RI dianggap potensial oleh investor

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pendirian Pusat Finansial dan Investasi Internasional (PFII) dilakukan karena Indonesia memiliki ruang berkembang yang cukup besar dengan potensi investasi dari berbagai negara.

"Selama ini kita tidak punya itu atau belum punya itu, sekarang kita salah satu negara yang dianggap sangat potensial. Ruang berkembangnya masih cukup besar dan dianggap memiliki prasyarat-prasyarat kunci untuk hadirnya atau datangnya investasi-investasi dari mana pun," kata Mensesneg menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu.

Melihat potensi itu, pemerintah dengan proses yang sangat cepat menyiapkan perangkat untuk menangkap peluang investasi tersebut.

"Memang kira-kira polanya memang seperti itu. Ada sesuatu, ada peluang, ada kesempatan, kita kerjakan dengan secepat-cepatnya,” kata Mensesneg menambahkan.

PFII sendiri rencananya akan dikembangkan di Jakarta dan Bali, dengan Jakarta direncanakan menjadi lokasi pertama PFII dan dikembangkan kemudian di wilayah Bali.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI Jakarta, Jumat (14/8), menjelaskan bahwa terdapat juga peluang membuka kawasan serupa di daerah lain yang memiliki potensi diminati oleh investor asing.

Menurut Kepala Negara, PFII akan menjadi wajah baru pusat keuangan Indonesia yang berorientasi pada investasi, teknologi finansial, arbitrase, hingga penyelesaian sengketa komersial dengan standar internasional.

Di kesempatan yang berbeda, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut respons investor dan pengelola kekayaan keluarga (family office) dari Asia yang ditemui pihaknya terhadap pengembangan PFII terbilang positif.

Dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8) Ia mengatakan pertemuan dengan investor dan family office tersebut digelar di Nusa Dua, Bali dan mengundang 70 pihak dari Asia, sedangkan yang datang mencapai 110.

Baca juga: Menteri Investasi sebut respons investor Asia terhadap PFII positif

Baca juga: Komisi XI sebut PFII bisa beri insentif hingga kewarganegaraan ganda


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tsunami Setinggi 0,36 Meter Terjadi di Labuan Bajo Usai Gempa M7.7 di NTT
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Sufmi Dasco: Finalisasi Perpres Ojol Dijadwalkan 18 Agustus
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Diguncang Gempa, 5 Bandara dan 2 Pelabuhan di NTT Rusak
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
BP Taskin: Penanganan gempa bumi NTT dilakukan cepat dan terkoordinasi
• 39 menit laluantaranews.com
thumb
Kapan Pertandingan Malaysia vs Vietnam? Ini Jadwal Siaran Langsung Leg 1 Semifinal Piala AFF 2026
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.