Gempa Flores: Warga di Wolowae Nagekeo Terisolir, Akses Jalan Terputus, Listrik Padam

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, NAGEKEO - Warga Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sedang berjibaku bertahan mengungsi dengan membangun tenda darurat sendiri setelah skehilangan tempat tinggal mereka yang rubuh akibat gempa pagi tadi, Sabtu (15/8).

Diketahui, gempa bumi terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. 

BACA JUGA: Gempa Flores Hari Ini, Jumlah Korban Meninggal Dunia Bertambah

Warga Kecamatan Wolowae yang terletak di kawasan perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Ende, Flores turut menjadi korban gempa dahsyat tersebut.

Warga mengungsi ke arah perbukitan setelah gempa menghancurkan rumah mereka. Warga yang memiliki rumah di sekitar pesisir pantai, lari mengungsi karena khawatir adanya potensi tsunami dari gempa tersebut.

BACA JUGA: BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT

Menurut warga yang enggan menyebut identitasnya, mereka sangat berharap pemerintah segera membawa bantuan karena tak tahu sampai kapan bertahan mengungsi darurat.

Warga berupaya membangun tenda darurat seadanya karena belum datang bantuan. Satu tenda berisi 4-5 keluarga yang juga di dalamnya ada anak-anak. Warga tidak punya cukup persediaan makanan karena lari dengan membawa kebutuhan seperlunya. 

BACA JUGA: Fathur Bilang 20 Orang Meninggal Dampak Gempa Flores, 2 Orang Masih Tertimbun

Saat ini yang dilakukan hanya warga bantu warga dengan berbagi persediaan makanan yang tersisa sembari menunggu datangnya bantuan cepat dari pemerintah.

Sementara, beberapa akses jalanan di wilayah tersebut terputus akibat gempa.

“Tadi masih ada gempa-gempa susulan. Kemudian listrik juga mati dan sinyal sempat terputus sehingga kami sulit memberi kabar kepada orang-orang untuk mendapatkan bantuan,” ujar warga.

Listrik padam dan kendala sinyal menjadi tantangan bagi warga yang ingin mengabarkan kondisi mereka pada keluarga maupun menyampaikan bantuan yang mereka butuhkan.

Keterbatasan listrik membuat akses komunikasi pun turut terputus.

Saat ini warga Kecamatan Wolowae membutuhkan bantuan berupa makanan untuk dewasa dan anak-anak, selimut, serta tenda pengungsian yang layak, serta kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Jadi Wilayah AS
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
BMKG: Surabaya dan Sebagian Besar Kabupaten/Kota Jatim Hari Ini Masih Cerah Berawan
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gempa NTT: 38 Orang Meninggal, Lima Bandara dan Dua Pelabuhan Terdampak
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami
• 47 menit laluviva.co.id
thumb
Aturan Baru Trump Pangkas Vaksin Rekomendasi buat Anak: Dari 18 Jadi 11
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.