Ricuh di Aceh, Tokoh: Bendera GAM Cukup Dihormati Sebagai Sejarah, Bukan untuk Kepentingan Tertentu

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Tokoh sekaligus negosiator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen mengingatkan kepada masyarakat Aceh bahwa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) harus dihormati sebagai sejarah, bukan untuk kepentingan tertentu.

"Pendapat kita dan diskusi di perundingan Helsinki tahun 2005. Kita harus hormati bendera GAM sebagai sejarah, itu paling penting. Menggunakan bendera GAM untuk kepentingan lain menurut saya tidak bagus," kata Juha Christensen, di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga
  • Kericuhan Pecah saat Peringatan 21 Tahun Perjanjian Perdamaian Aceh
  • Setelah NTT, Sumatra Utara Juga Diguncang Gempa Kencang, Getaran Sampai ke Aceh
  • Prochiz Rayakan Hari Kemerdekaan Lewat Festival Keju Terbesar di Indonesia

Pernyataan itu disampaikan Juha Christensen kepada awak media usai mengikuti peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 dengan tajuk 'Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan, dan Bermartabat Dalam Kerangka NKRI' yang diselenggarakan Badan Reintegrasi Aceh (BRA), di Balai Meuseuraya Aceh, Kota Banda Aceh

Penegasan tersebut juga disampaikan Juha Christensen sebagai respon terkait aksi pengibaran bendera GAM atau bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh hari ini oleh massa, hingga menimbulkan kericuhan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia menegaskan aksi pengibaran bendera GAM tersebut tidak baik terhadap suasana perdamaian Aceh. Semua pihak harus mengingat bahwa amanah MoU Helsinki atau damai Aceh itu adalah bermartabat.

"Itu tidak bagus untuk suasana (kibarkan bendera GAM). Kita harus juga ingat itu di butir MoU adalah dignity for all (bermartabat untuk semua)," ujarnya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Thailand vs Singapura: Brace Poeiphimai Bawa Gajah Putih Menang di Kandang The Lions
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
DPD RI Serukan Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Festival Kawinan Tanah Abang 2026 Gelar Nikah Massal Gratis untuk 30 Pasangan, Ditutup Hadiah Umrah Rp 35 Juta
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Ijazah Gibran Dipersoalkan Denny Indrayana, Andi Azwan: Stand Up Comedy Politik | ROSI
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Film Pendek Di Bawah Langit Timur Angkat Kisah Cinta Tanah Air dari Pedalaman Papua
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.