MAUMERE, KOMPAS - Sebanyak 1.224 pengungsi gempa bermagnitudo 7,7 memilih bermalam di lapangan Stadion Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) malam. Mereka takut gempa susulan bakal muncul di saat tidak terduga.
Pantauan Kompas, mereka tidur di tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sikka, Palang Merah Indonesia, serta sejumlah instansi serta relawan.
Tercatat ada lima tenda besar dan empat tenda ukuran sedang. Pengungsi juga datang membawa makanan dari rumah masing-masing.
"Kami merasa belum aman kalau tinggal di dalam rumah. Kami takut gempa susulan," kata Yati (50) pengungsi dari Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
Tinggal di pinggir pantai, Yati takut gempa berpotensi menimbulkan tsunami. Sebelumnya, gempa berkekuatan M 7, 7 pada Sabtu pagi itu berpotensi menimbulkan tsunami.
Maria Rosa (45), pengungsi lainnya, menuturkan, rumahnya memang berjarak lebih kurang 500 meter dari bibir pantai. Namun, ia tetap khawatir jika gempa susulan terjadi dalam skala besar. Ia takut bangunan rumahnya runtuh.
"Rumah saya sudah tua. Saya tidak mau bernasib seperti mereka di pelabuhan," ujarnya.
Pelabuhan yang dia maksud adalah Lorens Say Maumere. Banyak penumpang tertimpa reruntuhan bangunan. Tiga orang diantaranya meninggal.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka mengajak masyarakat untuk saling peduli dan berbagi di tengah kesulitan. Bagi warga yang mempunyai kelebihan, bisa berbagi dengan para pengungsi.
Ia meminta para pemimpin toko makanan untuk membagikannya kepada warga lain yang membutuhkan. Selama ada itu untuk pengungsi dan bisa dipertanggungjawabkan, pemerintah akan mengganti pengeluaran tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, 38 orang dilaporkan meninggal. Puluhan orang terluka. Jumlah korban masih terus didata.
Pada Sabtu siang, sejumlah pejabat berdatangan ke Maumere, Kabupaten Sikka. Selain Melkiades, ada Kapolda NTT Inspektur Jenderal Rudi Darmoko, Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni beserta sejumlah pejabat.
Mereka mendatangi tempat yang terdampak gempa paling parah, Pelabuhan Lorens Say Maumere. Bangunan ruang tunggu rusak berat. Dinding retak dan roboh hingga plafon runtuh.
Ketika gempa terjadi, ratusan orang berada di tempat itu. Ada yang tertimpa reruntuhan dan sebagainya lagi jatuh ke laut.
Rudi Darmoko melaporkan, jumlah korban yang meninggal akibat gempa di Flores berjumlah 38 orang. Puluhan orang terluka dan masih ada yang tertimbun.
"Ini data sementara," kata dia.
Rudi sudah memerintahkan jajarannya untuk mengerahkan semua sumber daya. Fokus saat ini, kata dia, adalah mencari dan menyelamatkan korban. Selain itu, polisi juga ikut melakukan penanganan pengungsi.
Serial Artikel
Gempa M 7,7 Guncang Seluruh Flores, Berpotensi Tsunami
Belum ada laporan dari lapangan mengenai ada tidaknya tsunami serta korban yang timbul.





