Kata Kepala SPPG Serasan soal Pelayanan MBG di Batas Negara

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

SERASAN, KOMPAS.com- Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Bergizi (SPPG) di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, bercerita soal pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di pulau terdepan Indonesia ini.

Kepada Kompas.com di Serasan, Sabtu (15/8/2026), Kepala SPPG Serasan, Yudhi Alfaro (28), menceritakan bahwa persiapan pelayanan MBG dimulai sejak matahari terbenam.

Pukul 18.00 WIB, SPPG mulai menerima bahan baku.

SPPG mulai memasak pada pukul 02.00 WIB atau 03.00 WIB dini hari.

“Sekitar jam empat subuh tim mulai melakukan pengemasan (packing) dan pemorsian agar jam 06.30 WIB atau jam tujuh pagi sudah bisa didistribusikan ke sekolah-sekolah," ujar Yudhi.

Baca juga: Ada Dapur MBG di Pulau Paling Ujung Indonesia Ini

Menu MBG

Yudhi menjelaskan menu MBG yang disajikan adalah makanan bernilai gizi.

"Menu kita bervariasi, namun yang pasti ada ayam dan telur,” kata dia.

Seluruh menu yang disajikan di sini dinyatakannya telah melalui proses konsultasi dengan ahli gizi.

Baca juga: Kapal Datang, Pasar Dadakan pun Tergelar di Serasan Natuna

MBG untuk anak sekolah hingga ibu hamil

Selain menyasar anak sekolah, SPPG Serasan juga dikatakan Yudhi mendistribusikan makanan bergizi ke 15 posyandu untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

SPPG mengerahkan 3 unit armada yang terdiri dari 2 kendaraan roda tiga dan 1 kendaraan roda empat.

Siti Laela Malhikmah/Kompas.com SPPG atau dapur MBG di Pulau Serasan, Natuna, Kepulauan Riau, 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul “Kecamatan Serasan dalam Angka 2025”, ada 7 TK, 7 SD, 3 SMP, dan 1 SMA di Kecamatan Serasan.

Adapun untuk Kecamatan Serasan TImur, ada 4 TK, 3 SD, 1 SMP, dan 1 SMA.

Selain fokus pada pemenuhan gizi, program ini juga dikatakan Yudhi menggerakkan roda ekonomi lokal dengan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Yudhi mengatakan bahwa sebagian besar bahan baku dibeli dari warung-warung dan UMKM yang ada di Pulau Serasan.

"Kami memberdayakan UMKM di Serasan ini. Kami mengambil bahan baku di warung-warung terdekat. Jika bahan tidak tersedia di sini, baru kami datangkan dari luar seperti Ranai (Ibu Kota Kabupaten Natuna), Pontianak, atau Pemangkat (Sambas),” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SETARA Institute: Eks Jampidsus Febrie Bermanuver Hukum untuk Mengelabui Publik Soal Substansi Perkara
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Asmo Sulsel Ingatkan Pelajar SMA Hasanuddin Gowa Pentingnya Perlengkapan Berkendara
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Siap-Siap! Pendaftaran Taruna Baru Poltekimipas 2026 Segera Buka
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Badan Geologi: Gempa M7,7 NTT Berpotensi Picu Gerakan Tanah dan Likuefaksi
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IKN Tak Masuk Daftar Prioritas Prabowo 2027? Begini Penjelasan Basuki Hadimuldjono
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.