Jakarta (ANTARA) - Novak Djokovic tersingkir pada laga pembukanya di Cincinnati Open 2026 setelah kalah dari petenis Argentina Thiago Agustin Tirante dengan skor 6-2, 4-6, 4-6 pada pertandingan babak kedua, Minggu WIB.
"Saya pikir ini kemenangan terbaik dalam karir saya. Saya benar-benar melakukan pekerjaan dengan baik di lapangan," kata Tirante seusai pertandingan, dikutip dari ATP.
Tirante tampil tenang untuk menaklukkan Djokovic dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 44 menit di lapangan keras Cincinnati. Petenis berusia 25 tahun itu memanfaatkan kondisi fisik Djokovic yang terlihat kesulitan menghadapi panas dan kelembapan di Ohio.
Djokovic, juara Cincinnati tiga kali, sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik dan merebut set pertama 6-2. Namun, energi petenis berusia 39 tahun itu sudah menurun sejak pertengahan set pertama dan kondisinya semakin terlihat pada set kedua.
Saat kedudukan 1-1 dan deuce pada set kedua, Djokovic meminta bantuan fisioterapis. Gim tersebut berlangsung hampir 18 menit sebelum petenis Serbia itu berhasil mempertahankan servisnya. Setelah itu, ia menjalani pemeriksaan oleh dokter turnamen saat pergantian sisi lapangan.
Meski sempat menyelamatkan sejumlah peluang break, Djokovic akhirnya kehilangan servisnya pada gim ketujuh. Tirante kemudian mempertahankan keunggulannya untuk merebut set kedua 6-4 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Baca juga: Janice Tjen masuk unggulan Cincinnati Open 2026
Djokovic sempat menunjukkan tanda-tanda bangkit pada set ketiga. Ia mampu bertahan dari tiga peluang break saat melakukan servis pada kedudukan 4-4, tetapi Tirante akhirnya mendapatkan break penentu pada gim kesembilan.
Tirante kemudian tampil tenang untuk menutup pertandingan sekaligus memastikan kemenangan terbesar dalam karirnya.
Menurut catatan statistik ATP, Djokovic mampu menyelamatkan 13 dari 15 peluang break yang dihadapinya. Namun, konsistensi Tirante dan kemampuannya memanfaatkan kesalahan Djokovic menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
"Saya mengelola tekanan dengan sangat baik saat bermain melawan legenda seperti Novak. Sekarang saya merasa lega karena ada begitu banyak tekanan ketika Anda tidak bisa melakukan break," ujar Tirante.
Kemenangan itu membuat Tirante memperbaiki catatannya menjadi 4-1 saat menghadapi petenis peringkat 10 besar dunia. Ia juga telah mengoleksi 23 kemenangan di level tur sepanjang 2026. Sebelumnya, ia tidak pernah meraih lebih dari enam kemenangan dalam satu musim sebelum tahun ini.
Tirante mengalahkan Ben Shelton di Munich pada April dan Taylor Fritz di Montreal awal bulan ini. Di Cincinnati, ia selanjutnya akan menghadapi petenis muda Martin Landaluce yang menyingkirkan unggulan ke-31 Matteo Arnaldi dengan skor 6-4, 4-6, 6-4.
Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan pertama Tirante dan Landaluce dalam head to head ATP.
Baca juga: Sinner mundur dari Cincinnati Open karena cedera lutut
Baca juga: Shelton pertahankan gelar ATP Masters Montreal
"Saya pikir ini kemenangan terbaik dalam karir saya. Saya benar-benar melakukan pekerjaan dengan baik di lapangan," kata Tirante seusai pertandingan, dikutip dari ATP.
Tirante tampil tenang untuk menaklukkan Djokovic dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 44 menit di lapangan keras Cincinnati. Petenis berusia 25 tahun itu memanfaatkan kondisi fisik Djokovic yang terlihat kesulitan menghadapi panas dan kelembapan di Ohio.
Djokovic, juara Cincinnati tiga kali, sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik dan merebut set pertama 6-2. Namun, energi petenis berusia 39 tahun itu sudah menurun sejak pertengahan set pertama dan kondisinya semakin terlihat pada set kedua.
Saat kedudukan 1-1 dan deuce pada set kedua, Djokovic meminta bantuan fisioterapis. Gim tersebut berlangsung hampir 18 menit sebelum petenis Serbia itu berhasil mempertahankan servisnya. Setelah itu, ia menjalani pemeriksaan oleh dokter turnamen saat pergantian sisi lapangan.
Meski sempat menyelamatkan sejumlah peluang break, Djokovic akhirnya kehilangan servisnya pada gim ketujuh. Tirante kemudian mempertahankan keunggulannya untuk merebut set kedua 6-4 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Baca juga: Janice Tjen masuk unggulan Cincinnati Open 2026
Djokovic sempat menunjukkan tanda-tanda bangkit pada set ketiga. Ia mampu bertahan dari tiga peluang break saat melakukan servis pada kedudukan 4-4, tetapi Tirante akhirnya mendapatkan break penentu pada gim kesembilan.
Tirante kemudian tampil tenang untuk menutup pertandingan sekaligus memastikan kemenangan terbesar dalam karirnya.
Menurut catatan statistik ATP, Djokovic mampu menyelamatkan 13 dari 15 peluang break yang dihadapinya. Namun, konsistensi Tirante dan kemampuannya memanfaatkan kesalahan Djokovic menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
"Saya mengelola tekanan dengan sangat baik saat bermain melawan legenda seperti Novak. Sekarang saya merasa lega karena ada begitu banyak tekanan ketika Anda tidak bisa melakukan break," ujar Tirante.
Kemenangan itu membuat Tirante memperbaiki catatannya menjadi 4-1 saat menghadapi petenis peringkat 10 besar dunia. Ia juga telah mengoleksi 23 kemenangan di level tur sepanjang 2026. Sebelumnya, ia tidak pernah meraih lebih dari enam kemenangan dalam satu musim sebelum tahun ini.
Tirante mengalahkan Ben Shelton di Munich pada April dan Taylor Fritz di Montreal awal bulan ini. Di Cincinnati, ia selanjutnya akan menghadapi petenis muda Martin Landaluce yang menyingkirkan unggulan ke-31 Matteo Arnaldi dengan skor 6-4, 4-6, 6-4.
Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan pertama Tirante dan Landaluce dalam head to head ATP.
Baca juga: Sinner mundur dari Cincinnati Open karena cedera lutut
Baca juga: Shelton pertahankan gelar ATP Masters Montreal





