HARIAN.FAJAR.CO.ID, MILAN—Djed Spence mengaku tertarik dengan sejarah dan menyebut Inter Milan klub yang sangat besar setelah meninggalkan Tottenham Hotspur dan berlabuh di Giuseppe Meazza.
Pemain timnas Inggris itu juga menegaskan bahwa dirinya suka mengambil risiko di lapangan.
Bek sayap serba bisa ini tiba pada Kamis malam dan menjalani seluruh tes medis pada hari Jumat, sebelum akhirnya transfer tersebut diumumkan.
Kesepakatan ini bernilai 35 juta euro termasuk bonus tambahan, ditambah klausul pembagian 10 persen dari nilai penjualan di masa depan untuk Tottenham Hotspur.
Spence telah menandatangani kontrak hingga Juni 2031 di San Siro, kembali ke Serie A setelah pengalaman singkatnya sebagai pemain pinjaman di Genoa pada tahun 2024.
“Ini adalah klub yang luar biasa dan langkah besar bagi saya serta keluarga. Saya sangat bahagia bisa berada di sini dan siap untuk memulai,” ujarnya kepada situs web resmi klub.
“Saya jelas tertarik dengan sejarahnya. Anda hanya perlu melihat ke belakang kita, ke arah semua trofi itu. Ini benar-benar klub yang sangat besar,” lanjutnya dikutip Football Italia.
Inter menambah dua trofi lagi musim lalu, dengan memenangkan Scudetto dan Coppa Italia untuk meraih gelar ganda domestik.
Agak tidak lazim bagi seorang pemain timnas Inggris, ia telah bermain di Inggris, Prancis, dan Italia sepanjang kariernya.
“Pengalaman-pengalaman itu sangat membentuk diri saya. Anda belajar banyak saat bermain di luar negeri. Saya bisa katakan bahwa saya tumbuh menjadi sosok pria dewasa saat berada di luar negeri, dan saya bersyukur atas pengalaman-pengalaman tersebut,” tambah Spence.
Saat menjalani masa baktinya yang terdahulu di Genoa, ia sempat merasakan atmosfer San Siro.
“Saya ingat itu adalah masa-masa yang luar biasa. Begitu banyak pemain legendaris yang pernah bermain di sana. Itu adalah pengalaman istimewa, dan kini saya senang bisa kembali sebagai pemain Inter,” ujarnya.
Saat menyinggung aksi penyelamatan ikonik di garis gawang yang ia lakukan untuk menghalau upaya Giuliano Simeone (Argentina) di semifinal Piala Dunia, ia menegaskan bahwa dirinya adalah tipe pemain yang suka mengambil risiko.
“Dan itulah yang akan Anda lihat dari saya di Inter,” tegasnya.
Ia hadir sebagai pengganti Denzel Dumfries yang pindah ke Real Madrid, serta membawa fleksibilitas tambahan karena mampu bermain di sisi kiri juga, namun ia memiliki kemampuan bertahan yang lebih baik dibandingkan pemain asal Belanda tersebut.
“Kemampuan bertahan adalah kekuatan terbesar saya, selain kemampuan membawa bola. Saya ingin menambah jumlah gol dan assist dalam permainan saya. Jika saya bisa mewujudkannya, posisi saya akan sangat, sangat bagus,” tandasnya. (amr)




