Gresik (beritajatim.com)- Ada cara berbeda Satlantas Polres Gresik merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bukan dengan seremoni, melainkan memberikan kesempatan kepada warga yang lahir tepat pada 17 Agustus untuk mendapatkan layanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis.
Sebanyak 17 kuota SIM gratis disiapkan. Angka tersebut sengaja dipilih mengikuti tanggal kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap 17 Agustus.
Kabar itu langsung menjadi perhatian masyarakat. Sejak Sabtu (15/8), warga mulai berdatangan ke Satpas Polres Gresik. Sebagian penasaran dan memastikan apakah tanggal lahir yang tercantum dalam KTP mereka sesuai dengan ketentuan program.
Bagi warga yang berulang tahun pada 17 Agustus, momentum kemerdekaan tahun ini pun terasa berbeda. Jika biasanya tanggal kelahiran dirayakan bersama nuansa merah putih, kini ada peluang memperoleh hadiah yang langsung berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin mengatakan, program tersebut sengaja dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang lahir pada tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia.
“Ini bentuk apresiasi kami kepada warga Gresik yang lahir di tanggal bersejarah 17 Agustus. Kami sediakan 17 kuota SIM gratis sebagai simbol angka keramat kemerdekaan. Semoga ini menjadi kado yang bermanfaat,” katanya, Minggu (16/8/2026).
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Bagi warga, konsep hadiah SIM gratis dinilai unik karena tidak sekadar memberikan hadiah, tetapi sekaligus mengajak masyarakat melengkapi dokumen berkendara secara resmi.
“Ini menarik karena lahir 17 Agustus ternyata bisa mendapat kado seperti ini. Apalagi SIM memang penting kalau sehari-hari menggunakan kendaraan,” ujar Weni (20) salah seorang warga yang datang ke Satpas.
Meski demikian, kepolisian memberikan catatan penting. Gratis bukan berarti pemohon otomatis mendapatkan SIM. Setiap pemohon tetap diwajibkan mengikuti seluruh tahapan serta uji kompetensi berkendara sesuai standar yang berlaku.
“Gratis biaya penerbitan, tapi tes tetap harus sesuai standar. Tujuannya agar pemegang SIM benar-benar kompeten dan mengutamakan keselamatan di jalan raya,” ungkap Nur Arifin.
Ketentuan tersebut membuat program ini tidak hanya menjadi gimmick perayaan kemerdekaan. Di balik kado tersebut, Satlantas Polres Gresik tetap menempatkan keselamatan sebagai hal utama.
SIM bukan sekadar kartu yang harus dimiliki pengendara. Dokumen tersebut menjadi bagian dari sistem keselamatan lalu lintas karena hanya diberikan kepada pemohon yang telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan kompeten.
Program 17 SIM gratis itu akhirnya menjadi perayaan kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Bagi penerima, kado tersebut bukan hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi kenangan karena diperoleh bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Angka 17 pun menjadi benang merahnya dimana 17 Agustus sebagai hari lahir penerima, 17 kuota yang disiapkan, sekaligus momentum untuk mengingat bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara. [dny/suf]




