Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong menyatakan belum menerima laporan kerusakan rumah warga setelah gempa magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Kerusakan sementara ditemukan pada fasilitas pemerintah berupa plafon dan dinding Kantor Dinas Pekerjaan Umum Parigi Moutong.
"Kerusakan terjadi pada plafon dan dinding kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi Moutong, sementara rumah warga belum ada laporan kerusakan," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai saat dihubungi dari Palu, Minggu (16/8/2026).
BPBD Terjunkan Tim untuk Kaji Cepat Dampak GempaTim Reaksi Cepat BPBD Parigi Moutong diterjunkan untuk melakukan asesmen atau kaji cepat ke wilayah sekitar pusat gempa guna memastikan kondisi dan dampak kerusakan.
"Petugas kami terus melakukan pemutakhiran di lapangan, meski saat ini belum ada data-data kerusakan yang dipublikasikan kepada masyarakat," ujar Rivai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa magnitudo 6,2 terjadi pada Sabtu pukul 23.25 WITA.
Pusat gempa berada pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara dan 120,22 derajat Bujur Timur atau sekitar 74 kilometer barat daya Kabupaten Parigi Moutong dengan kedalaman 44 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Satu Warga Dilaporkan Meninggal DuniaPusat Pengendalian Operasi BPBD setempat melaporkan satu warga bernama Wiwi Putri Thabah (29) meninggal dunia dan diduga mengalami serangan jantung saat gempa terjadi.
Korban merupakan warga Desa Bugis, Kecamatan Mepanga, dan laporan kematiannya diperkuat surat yang diterbitkan Pemerintah Desa Bugis.
BPBD meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pastikan informasi bersumber dari BMKG maupun pemerintah daerah (pemda) setempat. Jangan mudah terpancing dengan informasi hoaks terutama informasi yang beredar di media sosial," tutur Rivai.




