Jakarta (ANTARA) - Aktor muda Ari Irham tidak percaya kebaikan yang instan atau seketika, sebab baginya, proses tulus akan selalu membutuhkan waktu dan konsistensi.
Pemeran Hikmah dalam film "Seni Merayu Tuhan" itu melalui pernyataan tertulis, mengaku tidak percaya kebaikan instan setelah merefleksikan dialog favoritnya di film tersebut yaitu "pelan-pelan, tapi pasti".
"Ada salah satu dialog yang sangat aku suka di film ini, 'pelan-pelan, tapi pasti', tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna. Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah," kata Ari Irham dalam siaran pers rumah produksi Wahana Kreator Nusantara yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Film Seni Merayu Tuhan, upaya Habib Ja'far perluas media dakwah
Ari Irham menyampaikan kebaikan instan, atau hanya muncul di momen tertentu, seringkali mengarah ke motif tersembunyi, seperti demi konten atau pujian. Sementara kebaikan sejati tidak membutuhkan validasi tersebut.
Demikian Hikmah di dalam filmnya, diceritakan bahwa karakter yang diperankan Ari Irham itu sedang mencari arah menuju hidup yang lebih baik.
Kendati, Hikmah merasa hidupnya baik-baik saja. Tapi setelah momen kematian ibunya, Hikmah merasa hidupnya mulai kehilangan arah.
Baca juga: Soundtrack film Seni Merayu Tuhan diisi enam lagu bernuansa spiritual
Hikmah akhirnya mencoba mendekatkan dirinya ke Tuhan. Tapi, karena ingin semuanya serba instan, justru segala kebaikan yang sudah ia buat justru membawanya semakin jauh dari makna tentang menjadi baik itu sendiri.
“Sebenarnya apa yang ditunjukkan dari karakter Hikmah di film ini 'relate' sekali dengan banyak dari kita, termasuk generasi muda," kata Ari.
Teuku Ryzki, yang memerankan karakter Hotib, sahabat Hikmah yang selalu mengingatkan tentang menjadi orang baik, film "Seni Merayu Tuhan" turut memandang hal penting dari perjalanan seseorang untuk berubah menjadi baik adalah menemukan dinamikanya.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka usulkan peluncuran film dari buku di Perpusnas
“Orang yang mau menjadi baik itu kan enggak selalu lurus, dinamika itu yang menarik. Tapi kita sebagai manusia diberikan kesempatan setiap pagi, untuk menjadi lebih baik, semua ada prosesnya,” ujar Teuku Ryzki.
Setelah peluncuran poster dan trailer (cuplikan) ofisial tersebut di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Jakarta pada 2 Juli 2026, Ari Irham dan Teuku Ryzki juga terlibat dalam rangkaian acara lanjutan (roadshow dan theater visit) ke berbagai kota, termasuk menyapa penonton di salah satu bioskop di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Film "Seni Merayu Tuhan" produksi Wahana Kreator Nusantara yang diadaptasi dari buku terlaris Habib Jafar itu juga dibintangi oleh aktris Lutesha dan Onadio Leonardo, dan sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Baca juga: Perpusnas jadi lokasi peluncuran film Seni Merayu Tuhan
Baca juga: Ari Irham gunakan pewarna hingga lagu dalami emosi di film terbarunya
Pemeran Hikmah dalam film "Seni Merayu Tuhan" itu melalui pernyataan tertulis, mengaku tidak percaya kebaikan instan setelah merefleksikan dialog favoritnya di film tersebut yaitu "pelan-pelan, tapi pasti".
"Ada salah satu dialog yang sangat aku suka di film ini, 'pelan-pelan, tapi pasti', tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna. Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah," kata Ari Irham dalam siaran pers rumah produksi Wahana Kreator Nusantara yang diterima di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Film Seni Merayu Tuhan, upaya Habib Ja'far perluas media dakwah
Ari Irham menyampaikan kebaikan instan, atau hanya muncul di momen tertentu, seringkali mengarah ke motif tersembunyi, seperti demi konten atau pujian. Sementara kebaikan sejati tidak membutuhkan validasi tersebut.
Demikian Hikmah di dalam filmnya, diceritakan bahwa karakter yang diperankan Ari Irham itu sedang mencari arah menuju hidup yang lebih baik.
Kendati, Hikmah merasa hidupnya baik-baik saja. Tapi setelah momen kematian ibunya, Hikmah merasa hidupnya mulai kehilangan arah.
Baca juga: Soundtrack film Seni Merayu Tuhan diisi enam lagu bernuansa spiritual
Hikmah akhirnya mencoba mendekatkan dirinya ke Tuhan. Tapi, karena ingin semuanya serba instan, justru segala kebaikan yang sudah ia buat justru membawanya semakin jauh dari makna tentang menjadi baik itu sendiri.
“Sebenarnya apa yang ditunjukkan dari karakter Hikmah di film ini 'relate' sekali dengan banyak dari kita, termasuk generasi muda," kata Ari.
Teuku Ryzki, yang memerankan karakter Hotib, sahabat Hikmah yang selalu mengingatkan tentang menjadi orang baik, film "Seni Merayu Tuhan" turut memandang hal penting dari perjalanan seseorang untuk berubah menjadi baik adalah menemukan dinamikanya.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka usulkan peluncuran film dari buku di Perpusnas
“Orang yang mau menjadi baik itu kan enggak selalu lurus, dinamika itu yang menarik. Tapi kita sebagai manusia diberikan kesempatan setiap pagi, untuk menjadi lebih baik, semua ada prosesnya,” ujar Teuku Ryzki.
Setelah peluncuran poster dan trailer (cuplikan) ofisial tersebut di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Jakarta pada 2 Juli 2026, Ari Irham dan Teuku Ryzki juga terlibat dalam rangkaian acara lanjutan (roadshow dan theater visit) ke berbagai kota, termasuk menyapa penonton di salah satu bioskop di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Film "Seni Merayu Tuhan" produksi Wahana Kreator Nusantara yang diadaptasi dari buku terlaris Habib Jafar itu juga dibintangi oleh aktris Lutesha dan Onadio Leonardo, dan sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Baca juga: Perpusnas jadi lokasi peluncuran film Seni Merayu Tuhan
Baca juga: Ari Irham gunakan pewarna hingga lagu dalami emosi di film terbarunya





