Sanaa: Serangan drone militer Yaman di Provinsi Taiz menewaskan tiga milisi kelompok pemberontak Houthi dan melukai sejumlah komandan lapangan pada Sabtu kemarin.
Mengutip Anadolu Agency, Minggu, 16 Agustus 2026, sumber militer Yaman mengatakan unit pesawat nirawak militer berhasil menghantam titik kumpul dan iring-iringan kendaraan tempur Houthi di garis depan Maqbanah, Taiz bagian barat.
Serangan udara tersebut menewaskan tiga anggota Houthi dan melukai sejumlah lainnya, termasuk beberapa komandan lapangan.
Hingga saat ini, pihak Houthi belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut.
Bentrokan di Taiz menjadi bagian dari gelombang pertempuran baru yang kembali terjadi di sejumlah wilayah strategis Yaman dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Marib, Al-Jawf, dan Al-Dhalea.
Kondisi tersebut mengakhiri periode jeda pertempuran yang relatif tenang sejak April 2022.
Konflik berkepanjangan di Yaman telah berlangsung selama hampir 12 tahun. Konflik bermula ketika milisi Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya pada September 2014.
Dalam konflik tersebut, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mendapat dukungan dari koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi. Sementara itu, Houthi dituduh mendapat dukungan dari Iran.
Eskalasi pertempuran darat juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada Juli lalu.
Kembalinya pertempuran di sejumlah front semakin memperburuk kondisi Yaman yang masih menghadapi salah satu krisis ekonomi dan kemanusiaan terparah di dunia. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Serangan Houthi Hantam Pelabuhan Mokha Yaman, 1 Orang Tewas dan 8 Terluka




