Budiman Sudjatmiko: Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, NAGEKEO - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) dini hari.

Gempa yang terjadi pukul 04.58 WIB itu berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BACA JUGA: Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT, BNPB Ungkap 47 Orang Meninggal Dunia

“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” ucap Budiman.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani bencana tersebut.

BACA JUGA: 2 Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup Imbas Gempa M 7,7

“Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak,” kata dia.

Penanganan di lapangan saat ini melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya.

BACA JUGA: Instruksi Megawati, PDIP Kerahkan BAGUNA dan Sukarelawan Bantu Gempa NTT

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar, yang mencakup makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum.

Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak.

Posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT untuk memusatkan koordinasi penanganan, sementara titik pengungsian sementara disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.

Budiman menuturkan penanganan pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat.

“Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal, tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,” tuturnya.

BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah juga melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak, termasuk makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, dan tempat yang aman bagi para pengungsi.

Budiman juga meminta masyarakat NTT tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG mengingatkan aktivitas gempa susulan masih mungkin berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan resmi dari BMKG dan petugas di lapangan,” ujar Budiman.

Dia memastikan pemerintah akan terus mengawal proses penanganan bencana hingga kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

“Negara hadir. Pemerintah bergerak. Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian,” tambahnya. (dit/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perkuat Penanganan Dampak Gempa M 7,7, Polri Siapkan 260 Personel ke Flores


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terinspirasi House of the Dragon, Spesies Kadal Baru di Thailand Dinamai Syrax
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Update! Korban Meninggal Gempa Bumi di NTT Bertambah Jadi 51 Orang
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Gerindra: Kewarganegaraan Ganda Terbatas Bisa Tarik Talenta Diaspora
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Berita Runner Up Mis Grand Indonesia hingga sistem Perlinsos digital
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.