SURABAYA, KOMPAS - Pos Polisi Lalu Lintas Bundaran Waru dan A Yani Margorejo di Surabaya, Jawa Timur, rusak ringan karena dilempari bom molotov pada Sabtu (15/8/2026) malam. Pelakunya, YGM, pemuda asal Taman, Sidoarjo, sudah ditangkap polisi.
”Tersangka sudah kami tangkap. Dia ditahan untuk penyelidikan kasus ini,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Ajun Komisaris Besar David Manurung, Minggu (16/8/2026).
David mengatakan, pelemparan ke pos di Bundaran Waru, perbatasan Surabaya-Sidoarjo, dan A Yani Margorejo, seberang Jalur Pelintasan Langsung 22, terjadi pada Sabtu malam. Pelaku pertama merusak Pos Bundaran Waru dan kedua di Pos A Yani Margorejo.
Tim penyidik belum mengungkap pemicu atau modus operandi YGM. Sejauh ini, pelaku bertindak sendiri. Belum diungkap petunjuk mengenai kemungkinan keterlibatan orang lain.
”Masih kami dalami untuk penyelidikan,” kata David.
Dari penyelidikan pada rekaman CCTV sepanjang Jalan Ahmad Yani dan frontage atau jalur paralelnya, diketahui, peristiwa ini terjadi antara pukul 19.00-19.30 WIB. Adapun, pelaku tinggal di Kecamatan Taman, berada di sisi barat daya Bundaran Waru.
Dari rekaman memperlihatkan ada seorang menaiki sepeda motor bebek dengan helm biru. Dia berhenti di Pos Bundaran Waru yang saat itu sepi lalu melempar sesuatu yang menimbulkan percikan api kemudian pergi lewat Jalan Ahmad Yani di sisi timur frontage menuju utara.
Sesampainya di Pos A Yani Margorejo yang dalam kondisi kosong, pelaku berhenti dan kembali melempar sesuatu sehingga menimbulkan kebakaran kecil. Peristiwa ini juga dilihat petugas Pos JPL 22, yang berjarak sekitar 20 meter di seberang timur Pos A Yani Margorejo.
Menurut David, berdasarkan keterangan saksi itu, benda yang dilempar diduga bom molotov dari botol yang kemudian menimbulkan kebakaran kecil. Setelah pelemparan itu, pelaku kabur.
Namun, beberapa saat kemudian, ada saksi lainnya, yakni seseorang dengan sepeda motor berhenti, turun, dan memadamkan kebakaran kecil itu dengan menginjak-injak api.
Saksi dan kalangan warga yang kebetulan melintas kemudian menghubungi petugas. Dari pemeriksaan petugas, bom molotov itu menimbulkan kerusakan ringan.
”Kedua pos polisi tetap dapat digunakan oleh petugas untuk pelaksanaan kegiatan,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Jules Abraham Abast.
Dari peristiwa itu, petugas menyelidiki termasuk melihat rekaman jaringan CCTV. Didapat fakta dan petunjuk mengenai pelaku dari helm dan sepeda motor.
Pelat nomor kendaraan roda dua ini diketahui dan dilacak sehingga pelaku pun ditangkap beberapa jam kemudian di kediamannya di Taman.
Menurut Jules, tindakan pelaku bukan spontan melainkan direncanakan. ”Tetapi masih kami dalami ya mengapa dilakukan menjelang peringatan (Proklamasi Kemerdekaan Indonesia),” katanya.
Dari penelusuran Kompas, pelaku diketahui memiliki akun media sosial dan sempat mengunggah rencana suatu tindakan. Ada foto yang mengindikasikan barang-barang yang diduga untuk pembuatan bom molotov.
Hal itu antara lain, dua botol kaca bekas kemasan minuman energi, sumbu, botol plastik bekas air kemasan diduga berisi bahan bakar minyak, dan korek gas.
Serpihan botol kaca dan bekas BBM ditemukan oleh petugas di tempat kejadian perkara. Barang bukti itu tampaknya sesuai dengan yang diunggah oleh YGM sebelum beraksi.
Di media sosial, pelaku sempat mengunggah pernyataan siap untuk suatu aksi meskipun tidak merujuk pada aktivitas pelemparan bom molotov.
Pelemparan pos polantas ini mengingatkan pada kerusuhan 29-31 Agustus 2026 di Surabaya. Kerusuhan dipicu demonstrasi disusul bentrokan dengan petugas.
Massa kemudian berbuat onar dengan membakar 15 pos dan kantor polisi di sepanjang prasarana utama Surabaya-Sidoarjo yang membentang dari utara ke selatan.
Dalam kerusuhan itu, Pos A Yani Margorejo dan Pos Bundaran Waru termasuk yang dirusak, dijarah, dan dibakar oleh massa. Dalam penanganan kerusuhan di Surabaya ini, lebih dari 300 orang ditangkap dan sebagian diperkarakan sampai vonis pengadilan.
Jules mengatakan, situasi Surabaya dan Jatim secara umum saat ini kondusif. ”Kami akan pertahankan situasi ini untuk memastikan ketertiban dan keamanan,” ujarnya.





