Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirim tujuh personel Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026), untuk membantu penanganan korban gempa bermagnitudo 7,7.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan personel yang diberangkatkan memiliki kemampuan khusus dalam operasi pencarian dan pertolongan.
"Sebagaimana arahan Ibu Gubernur, sebagai sikap Jawa Timur atas kejadian gempa yang menimpa saudara kita di NTT, kami akan memberangkatkan tujuh orang ke lokasi kejadian, dengan spesifikasi pencarian pertolongan," ujarnya.
Tim BPBD Jatim Asesmen Kebutuhan KorbanSelain terlibat dalam penanganan bencana, tim BPBD Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan bantuan yang mendesak bagi korban.
Tim tersebut juga membawa peralatan komunikasi beserta dukungan jaringan untuk mengantisipasi gangguan komunikasi di daerah terdampak.
Peralatan itu disiapkan guna menjaga kelancaran koordinasi dan pertukaran informasi antara posko dengan petugas yang bekerja di lapangan.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang berjumlah sembilan provinsi untuk membantu penanganan dampak gempa yang terjadi di sana," kata Gatot Soebroto.
Gempa M7,7 Diikuti 512 Gempa SusulanGempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 37 kilometer sebelah utara Mbay, Nagekeo.
Gempa tersebut berada pada koordinat 8,35 derajat Lintang Selatan dan 121,37 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Berdasarkan data BMKG hingga Sabtu pukul 23.00 WIB, gempa yang berpotensi tsunami itu telah diikuti 512 gempa susulan.
Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,9.
BPBD Jatim bersama pemerintah daerah dan unsur terkait akan membantu penanganan dampak bencana, termasuk pencarian dan pertolongan serta pemetaan kebutuhan para korban di wilayah terdampak.




