Inilah yang Telah Dicapai Taliban Setelah 5 Tahun Penarikan Pasukan AS

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL— Lima tahun setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan, Taliban menyatakan telah berhasil memantapkan keamanan, memperkuat pembangunan infrastruktur, serta menekan perdagangan narkoba.

Namun, kelompok tersebut masih menghadapi berbagai kritik internasional yang menjadi hambatan bagi upaya memperoleh pengakuan sebagai pemerintahan yang sah.

Baca Juga
  • Dari Irak ke Iran, Mengapa Amerika Mengulangi Kesalahan Perang Panjang?
  • Krisis Apache dan Dilema Ketergantungan dengan AS, Ketika Persenjataan Israel Mulai Tergerus
  • Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun

Dalam laporan dari Kabul, wartawan Aljazeera Nasser Shadeed, dikutip Ahad (16/8/2026) mengatakan pemerintahan Afghanistan yang dipimpin Taliban berupaya memperkuat legitimasi domestiknya melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur, mulai dari perluasan jalan, pembangunan jembatan, hingga proyek perkeretaapian.

Pemerintah juga berinvestasi dalam pembangunan 600 bendungan untuk melindungi para petani serta memperluas jaringan irigasi, meskipun sanksi internasional masih berlaku dan berdampak pada isolasi finansial serta politik Afghanistan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain itu, pemerintah Taliban berupaya membuka jalur komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara regional dan Arab, bahkan dengan beberapa negara Barat, dalam rangka mendapatkan pengakuan sebagai pemerintahan yang sah.

Taliban mengklaim tetap mematuhi Perjanjian Doha yang ditandatangani dengan Amerika Serikat, meskipun menurut anggota tim perundingan Doha, Shahabuddin Dilawar, pihak Amerika telah melakukan sekitar 3.500 pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

Menurut Dilawar, Taliban telah memenuhi sejumlah kewajiban utama dalam Perjanjian Doha. Di antaranya adalah membantu lebih dari 40 negara keluar dari Afghanistan secara damai serta tidak mengizinkan wilayah Afghanistan digunakan untuk menyerang pihak lain.

Analis politik Obaidullah Bahir menilai lima tahun terakhir diwarnai oleh peluang yang terlewatkan sekaligus sejumlah pencapaian.

Ia menganggap perkembangan ekonomi dan keamanan yang berhasil dicapai Taliban saat ini sebagai sesuatu yang seperti mukjizat, mengingat kelompok tersebut mengambil alih pemerintahan dalam kondisi keamanan yang sangat buruk.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerindra Sebut Usul Kewarganegaraan Ganda Bentuk Perhatian ke Diaspora, Seleksinya Ketat
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Satu Anggota Polisi Alami Luka dalam Kejadian Bom Molotov di Pos Lantas Surabaya
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Usai Ricuh di Hari Damai Aceh, TNI AD Akan Dukung Tugas Polri Tegakkan Hukum
• 28 menit lalukumparan.com
thumb
Ketahanan Energi Adalah Ketahanan Nasional: Babak Baru Kemandirian RI
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Srikandi Merdeka Cup: Kalah dari Garuda Pertiwi, Malaysia Dukung Indonesia Kalahkan Hong Kong demi Lolos ke Semifinal?
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.