JAKARTA, KOMPASTV - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa menghadiri Sidang Tahunan dan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka, sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin,” kata SBY dilansir dari tayangan Youtube Susilo Bambang Yudhoyono.
SBY mengatakan, dirinya berada di Rochester untuk menjalani medical check-up di Mayo Clinic hingga akhir Agustus.
Ia berharap dapat kembali ke Indonesia pada September mendatang.
Meski berada di Amerika Serikat, SBY mengaku tetap mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya melihat bahwa arah, blueprint, dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya,” ujar SBY.
SBY juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
“Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6 persen itu cukup tinggi, ambisius. Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai,” ujarnya.
SBY pun menitipkan pesan kepada jajaran pemerintah agar tetap konsisten dalam menjalankan agenda pembangunan.
“Yang penting do your best, pemimpin dan pemerintahan kita, agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik,” ujarnya.
Video Editor: Aqshal
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- SBY
- pidato presiden
- presiden prabowo





